Manfaatkan Teknologi untuk Pendidikan Anak Agar Lebih Mudah dan Efisien Melalui Kumon Connect

Perkembangan teknologi telah membawa ‘angin segar’ untuk semua bidang kehidupan, tak terkecuali di bidang pendidikan. Dulu, saat aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar, proses belajar-mengajar hanya dilakukan dengan cara konvensional, yaitu bertatap muka di ruang kelas. Media belajar yang digunakan juga terbilang klasik, yaitu berupa papan tulis berwarna hitam dan kapur putih yang sering membuat batuk-batuk. Saat ini, mungkin cara dan media belajar seperti itu masih ada di beberapa daerah tertinggal. Namun, di banyak daerah, proses belajar-mengajar sudah sangat modern. Bahkan, sudah ada sekolah yang menggunakan smartphone dan komputer untuk menunjang pembelajaran. Melihat perkembangan teknologi yang semakin canggih, Kumon memanfaatkan hal tersebut untuk media pembelajaran yang lebih mudah dan efisien. Selain itu, melalui Kumon Connect, Kumon juga membuat sebuah sistem integrasi di mana siswa, orang tua, dan pengajar bisa bersinergi dengan baik meskipun pembelajaran dilakukan dari jarak jauh. Sehingga terciptanya lingkungan belajar yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyerap pelajaran. Penasaran dengan Kumon? Ayo berkenalan lebih jauh.

Transformasi Pendidikan

Berbicara tentang dunia pendidikan, membuatku teringat cerita beberapa puluh tahun lalu ketika aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Aku masih ingat betul ketika kami, para siswa baru, datang di pagi buta bersama orang tua demi berebut kursi paling depan. Bahkan, ada orang tua yang datang ke sekolah setelah sholat subuh. Di beberapa tempat, trend berebut kursi paling depan ini ternyata masih ada hingga sekarang, lo! Padahal, bagi kami para siswa, duduk di kursi paling depan bukanlah pilihan yang tepat karena harus berhadapan langsung dengan guru dan siap dijadikan ‘tumbal’ bila harus mengerjakan tugas di depan kelas. Jadi, sebenarnya berebut kursi paling depan hanyalah keinginan orang tua kami semata.

Saat jam pelajaran dimulai, kami semua akan hikmat dalam mengikuti proses pembelajaran. Sebab, kami tidak ingin menimbulkan kegaduhan ketika guru sedang menjelaskan. Aku yakin, kalian para generasi milenial pasti tahu apa alasannya. Ya, jika ada kegaduhan ketika guru sedang menjelaskan, hanya sekadar mengobrol, maka tangan bisa jadi taruhannya. Minimal, tangan akan menjadi merah karena dipukul oleh penggaris. Ingat, ini hanya dampak minimal yang terjadi, kenyataannya bisa lebih parah. Aku pernah mengalaminya.

Jadi, waktu itu guru sedang menerangkan tentang rumus matematika di depan kelas. Di sisi lain, aku dan seorang teman sedang terlibat percakapan menarik sehingga tidak memperhatikan guru tersebut. Sebenarnya, guru tersebut sudah memberikan kode kepada kami semua untuk diam dan memperhatikannya. Namun, karena masih terlibat percakapann yang menarik, aku dan temanku tidak menghiraukannya. Akibatnya, aku yang sedang asik mengobrol tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah penghapus yang mendarat di dadaku. Seketika seisi ruang kelas hening, semua mata tertuju padaku, dan aku masih membeku karena malu menyaksikan semua mata menatapku. Sejak saat itu, aku dan semua siswa lainnya tidak ada yang berani berisik atau mengobrol ketika guru sedang menerangkan.

Oh, iya. Sedikit penjelasan tentang penghapus yang dilempar oleh guru ketika mengajar dan mengenai dadaku. Itu bukan penghapus pensil yang berukuran kecil, melainkan penghapus papan tulis yang masih menggunakan kapur. Penghapus tersebut berbentuk balok dan terbuat dari kayu berukuran sekitar 20 cm yang di salah satu sisinya terdapat bahan mirip kain untuk menghapus kapur. Beratnya memang cukup ringan, tetapi bila dilempar dari jarak sekitar 5 meter dan mengenai dada, cukup menyakitkan juga. Maka dari itu, sejak kejadian pelemparan penghapus tersebut, semua siswa selalu mengikuti pelajaran dengan tenang. Sebab kami takut, ada penghapus yang tiba-tiba mendarat di tubuh kami.

Sejujurnya, peristiwa pelemparan penghapus yang dilakukan oleh guru ketika aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar, masih membekas hingga sekarang. Bahkan, aku tidak bisa melupakannya. Apakah ini menjadi trauma bagiku? Entahlah. Namun yang jelas, ada sisi baik yang bisa aku dapatkan dari peristiwa tersebut. Aku menjadi siswa yang selalu memperhatikan guru ketika kegiatan belajar-mengajar sedang berlangsung.

Saat aku naik ke Sekolah Menengah Atas, aku bisa sedikit lega. Sebab, saat itu sudah tidak ada lagi penghapus yang terbuat dari kayu. Media pembelajaran yang digunakan juga bukan papan tulis berwarna hitam dan kapur lagi. Melainkan papan tulis berwarna putih dan spidol. Sehingga penghapus yang digunakan berbeda jenis. Dimasa itu, penghapusnya terbuat dari plastik sehingga lebih ringan. Kalaupun aku menerima lemparan dari penghapus tersebut, rasanya tidak sesakit dulu ketika masih menggunakan penghapus kayu. Namun begitu, sikap disiplin yang aku dapatkan di Sekolah Dasar tidak berubah. Aku selalu memperhatikan ketika guru sedang menerangkan.

Di masa tersebut, media pembelajaran yang aku dapatkan dari sekolah sudah cukup berubah. Sebab, ada peran teknologi di dalam kegiatan belajar-mengajar yang kami lakukan. Beberapa contoh penerapan teknologi saat itu antara lain lab bahasa inggris yang sudah menggunakan telepon lingua, lab komputer dengan perangkat berstandar cukup tinggi, pemanfaatan laptop serta perangkat lunak untuk media pembelajaran, dan masih banyak lagi. Pada intinya, peran teknologi sudah mulai masuk dan diimplementasikan ke dalam dunia pendidikan. Hal tersebut jelas memberikan banyak dampak positif karena proses belajar-mengajar bisa lebih mudah dan efisien.

Setelah lulus kuliah, aku sudah tidak mengetahui bagaimana perkembangan dunia pendidikan yang ada. Sebab aku tidak merasakannya secara langsung. Hingga akhirnya, di tahun 2024 ini, ketika para sepupuku banyak yang masuk Sekolah Dasar, aku dikejutkan dengan perkembangan pendidikan terkini. Bagaimana tidak, ternyata kini di bangku Sekolah Dasar sudah ada pelajaran tentang komputer. Wow! Pantas saja, semua sepupuku yang masih SD meminta laptop pada  orang tuanya untuk belajar. Meskipun penggunaan komputer di tingkat SD masih menjadi polemik, terlebih dengan jumlah masyarakat tidak mampu yang cukup banyak, tetapi hal ini merupakan salah satu bukti bahwa dunia pendidikan kita sedang bertransformasi.

Peran Teknologi dalam Dunia Pendidikan

Implementasi teknologi di dalam dunia pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Sebab dengan hadirnya teknologi, proses belajar-mengajar menjadi lebih mudah dan efisien. Teknologi seakan membawa angin segar untuk dunia pendidikan, menawarkan sejuta keindahan bagaikan taman bunga penuh warna, dan memberikan madu seluas lautan untuk para lebah. Teknologi membuat dunia pendidikan menjadi semakin lebih baik. Apakah benar, sepenting itu peran teknologi untuk melengkapi dunia pendidikan? Sepertinya pertanyaan tersebut sudah terjawab di zaman ini karena banyak bukti yang bisa dilihat. Secara garis besar, Inilah beberapa peran teknologi dalam dunia pendidikan.

1

Proses Belajar Lebih Fleksibel

Peran vital teknologi terhadap dunia pendidikan dibuktikan ketika terjadinya wabah Covid-19. Di mana semua orang harus berdiam diri di dalam rumah untuk menghindari terjangkitnya virus mematikan ini. Semua bidang kehidupan terpengaruh dengan adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tak terkecuali dunia pendidikan. Salah satu dampak dari PPKM adalah diliburkannya sekolah-sekolah sehingga mengganggu aktivitas belajar-mengajar. Di sinilah peran teknologi dibuktikan untuk membuat proses belajar-mengajar lebih fleksibel, yaitu dapat dilakukan dari rumah masing-masing secara daring. Metode belajar daring ini membuat aktivitas belajar-mengajar tetap bisa dilakukan sehingga para siswa tidak ketinggalan pelajaran.

2

Meningkatkan Minat Belajar

Indonesia menjadi salah satu negara yang berada di urutan terbawah soal literasi, sebab masih banyak masyarakat Indonesia yang malas membaca. Berdasarkan fakta tersebut dapat diasumsikan bahwa para siswa juga memiliki minat baca yang rendah. Sedangkan di sisi lain, ada istilah yang mengatakan bahwa buku adalah jendela ilmu. Lalu, apakah para siswa harus kehilangan kesempatan untuk melihat jendela ilmu karena malas membaca? Tentu tidak. Sebab ada teknologi yang bisa menjadi solusi. Kehadiran teknologi bisa dimanfaatkan untuk membuat berbagai aplikasi pembelajaran yang interaktif dan menarik. Sehingga diharapkan aplikasi tersebut bisa menggantikan peran buku yang dapat memberikan banyak ilmu. Selain itu, penggunaan aplikasi pembelajaran interaktif juga diharapkan bisa meningkatkan minat belajar siswa agar memperoleh hasil yang baik di bidang akademis.

3

Terciptanya Sistem Kontrol yang Baik

Penerapan teknologi pada dunia pendidikan, terutama penggunaan aplikasi dan metode daring, telah menciptakan sistem pendidikan yang lebih terkontrol. Sebab penggunaan teknologi memungkinkan siswa, guru, dan orang tua berada pada satu ‘ruangan online’ yang sama sehingga bisa berdiskusi kapan pun dan dimana pun mereka berada, sekalipun dalam kondisi sibuk. Sistem seperti ini sangat ideal karena guru bisa memberikan pembelajaran secara maksimal dan diketahui oleh orang tua siswa. Di sisi lain, orang tua siswa bisa melihat perkembangan anaknya sehingga mengetahui kekurangan dan kelebihan anaknya tersebut untuk menentukan fokus pembelajaran ke depan. Sedangkan dari sisi siswa, sistem seperti ini akan membuat siswa menjadi lebih giat belajar karena semua progres pendidikan dapat dipantau dan dikontrol dengan mudah oleh orang tuanya.

4

Memudahkan Orang Tua dalam Memantau Anak

Peran teknologi dalam dunia pendidikan yang digunakan untuk memudahkan orang tua dalam memantau anaknya sudah sedikit disinggung di atas. Melalui ‘ruangan online’, semua komponen pendidikan seperti siswa, guru, dan orang tua dapat bertemu dan berdiskusi dengan mudah. Di sini, orang tua seperti hadir di dalam kelas sehingga bisa memantau langsung akitivas belajar anaknya. Bukan hanya itu, orang tua siswa juga mengetahui semua nilai yang didapatkan oleh anaknya. Bahkan juga mendapatkan saran dari guru untuk melakukan tindakan efektif guna meningkatkan dan memaksimalkan aktivitas belajar siswa. Orang tua yang dapat memantau perkembangan belajar anaknya hanya bisa dilakukan dengan mudah berkat keberadaan teknologi. Inilah salah satu peran teknologi dalam dunia pendidikan yang sangat membantu. 

5

Membantu Tugas Guru

Peran seorang guru dalam dunia pendidikan sangat penting, bagaikan jantung dalam sistem jaringan tubuh manusia. Entah apa jadinya dunia pendidikan tanpa keberadaan seorang guru, mungkin hanya seperti rumah terbengkalai tanpa penghuni. Maka dari itu, guru memiliki tugas yang cukup banyak, mulai dari mendidik dan mengajar siswa, memberikan pembelajaran yang sesuai, membuat tugas, mencatat nilai, hingga membuat laporan perkembangan siswa. Namun, tugas guru yang banyak tersebut dapat menjadi ringan berkat adanya teknologi. Bagaimana tidak, dalam melakukan semua hal yang berkaitan dengan aktivitas pembelajaran tersebut, guru bisa memanfaatkan aplikasi terintegrasi sehingga proses pembuatan bahan ajar, penilaian, membuat tugas, hingga membuat laporan, menjadi lebih mudah dan cepat.

6

Lebih Melek Teknologi

Tanpa disadari, penggunaan alat-alat canggih sebagai media pembelajaran telah membuat siswa dan guru untuk lebih melek teknologi. Hal tersebut membuat semua komponen pendidikan tidak ketinggalan zaman. Mereka jadi bisa mengoperasikan komputer, membuat dokumen menggunakan aplikasi, menyimpan data pada cloud storage, membuat bahan ajar digital, dan sebagainya. Jelas, pengalaman dalam menggunakan teknologi untuk pembelajaran ini akan bermanfaat di masa depan. Maka dari itu, guru dan siswa sangat beruntung karena penggunaan alat-alat dan aplikasi canggih telah membuat mereka lebih melek teknologi.

Masalah yang Muncul dalam Proses Belajar

Selain merasakan transformasi pendidikan, aku juga sempat mengalami masalah belajar ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Waktu itu, aku yang masih duduk di kelas 2 merasa kesulitan dalam mempelajari mata pelajaran matematika, khususnya hitungan perkalian. Selain belum familiar dengan perkalian, aku juga tidak mengerti dengan konsep hitung-hitungan tersebut. Sebenarnya, guruku sudah menerangkan secara detail kepadaku, tetapi aku tetap saja tidak mengerti. Aku masih kebingungan dengan soal-soal perkalian.

Di rumah, ibu juga mencoba untuk mengajari aku cara menghitung perkalian. Namun, aku masih belum memahaminya. Meskipun demikian, ibu terus mengajari aku dengan memberikan soal-soal perkalian yang mudah. Ibu sampai menggunakan cara analogi dengan cangkir dan kerikil agar aku memahami konsep hitungan perkalian. Jadi, misalkan ada soal 1 x 2, maka ibu akan mengambil satu cangkir dan mengisinya dengan dua kerikil. Aku hanya perlu menghitung jumlah kerikilnya saja. Beruntung, menggunakan cara tersebut akhirnya aku mengerti konsep hitungan perkalian.

Walaupun aku sudah mengerti konsep hitungan perkalian, tetapi aku masih belum bisa menjawab soal perkalian dengan cepat. Sebab, aku sangat lemah dalam hitung-hitungan matematika. Alhasil, ketika mendapat soal perkalian, aku akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjawabnya. Bagaimana tidak, caraku dalam menjawab saja masih menggunakan metode analogi yang diajarkan ibu, dengan cangkir dan kerikil yang aku bayangkan dalam kepala tentunya.

Mau tidak mau, aku pun mencoba cara lain, yaitu dengan menghafal perkalian dari 1×1 sampai 10×10. Awalnya aku cukup kesulitan karena harus menghafal dalam jumlah yang cukup banyak, tetapi karena usaha yang sangat keras, akhirnya aku bisa menghafalkannya. Namun, hanya perkalian dari 1×1 sampai 10×10 saja yang dapat aku hafalkan, selebihnya, aku masih menggunakan cara manual. Alhamdulillah, selama di bangku Sekolah Dasar, hanya itu masalah berarti yang pernah aku alami.

Hingga akhirnya, aku masuk Sekolah Menengah Atas dan bertemu dengan masalah baru. Saat itu, aku kembali dipertemukan dengan soal matematika yang cukup sulit untuk dikerjakan, yaitu materi tentang integral. Perlu diketahui bahwa integral merupakan kebalikan dari turunan, layaknya perkalian dan pembagian. Sebelum bertemu dengan integral, aku lebih dulu bertemu dengan soal turunan. Namun, saat itu aku bisa melaluinya.

Berbeda dengan materi turunan yang bisa aku kuasai, entah mengapa materi integral terasa lebih sulit. Mungkin karena rumus-rumusnya sangat kompleks dan panjang? Atau mungkin karena fungsinya cukup banyak? Entahlah, yang jelas saat itu aku begitu kesulitan untuk memahaminya. Bahkan, hingga lulus SMA aku masih belum bisa menguasai keseluruhan materi tentang integral. Aku hanya bisa menguasai materi integral yang dasar-dasar saja, yang mudah.

Berkenalan dengan Kumon sebagai Solusi dalam Belajar

Sejujurnya, aku menyesal karena dulu tidak mengenal Kumon. Sebab, bila dulu aku mengenal Kumon, mungkin masalah dalam belajar matematika yang pernah aku alami dapat teratasi dengan mudah. Sebab, Kumon memiliki metode belajar yang unik sehingga membuat siswanya memiliki kepercayaan diri dan mampu belajar secara mandiri. Sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuannya dalam memahami pelajaran. Penasaran dengan Kumon? Mari berkenalan lebih jauh.

Kumon adalah tempat kursus yang memiliki misi untuk menggali dan memaksimalkan potensi setiap siswa, terutama di bidang matematika dan bahasa inggris. Siswa akan dibimbing secara tepat agar dapat mengerjakan soal-soal dengan kemampuannya sendiri. Dengan begitu, siswa akan memahami bahwa mereka bisa mengerjakan sesuatu bila mau mencoba, percaya diri, dan memiliki kemampuan untuk menaklukkan tantangan. Dari sini dapat dilihat bahwa Kumon memiliki tujuan untuk membentuk individu yang sehat, cakap, dan dapat menentukan jalan hidupnya sendiri. Sebab, Kumon percaya bahwa hal paling bermanfaat untuk anak-anak adalah membekali mereka dengan kemampuan agar bisa mandiri sedini mungkin.

Sejarah Kumon

Selain menjadi nama tempat kursus, Kumon juga merupakan sebuah metode belajar yang dibuat oleh Toru Kumon. Sebenarnya metode ini dibuat sebagai bentuk rasa cinta Toru Kumon kepada anaknya, Takeshi Kumon. Saat itu, Toru Kumon berpikir bahwa anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar akan memiliki banyak waktu untuk mengerjakan hal-hal yang disukainya bila ia dapat mengerjakan soal matematika SMA dengan mudah. Maka dari itu, Toru Kumon berpikir untuk membantu anaknya agar memiliki kemampuan matematika SMA.

Toru Kumon pun membuat sendiri bahan ajar untuk anaknya agar memiliki kemandirian dalam belajar. Ia menulis soal-soal hitungan pada kertas loose-leaf  yang dipadukan dengan kemampuannya sebagai seorang guru sehingga dapat membantu anaknya dalam memiliki kemampuan mandiri. Cara yang dilakukan oleh Toru Kumon pada tahun 1955 inilah yang menjadi cikal bakal metode Kumon. Di mana terdapat dua dasar penting yang menjadi tonggak dari metode ini, yaitu pendekatan secara perseorangan yang memungkinkan siswa belajar sesuai dengan kemampuannya dan penggalian potensi.

Setelah belajar dengan metode Kumon secara rutin, sekitar 30 menit setiap hari, Takeshi pun berkembang pesat. Hasilnya sangat luar biasa, sebab hanya beberapa bulan setelah masuk kelas enam SD, Takeshi mampu menyelesaikan pelajaran kalkulus diferensial dan integral yang merupakan pelajaran tingkat SMA. Penerapan metode Kumon terhadap Takeshi dianggap berhasil, sehingga Toru Kumon mengajak anak-anak di lingkungan sekitar tempat tinggalnya untuk mengikuti bimbingan belajar sama seperti anaknya tersebut. Hasilnya sama, mereka memiliki kemampuan akademik yang sangat pesat.

Hingga akhirnya, pada tahun 1958, Toru Kumon mendirikan usaha dengan membuka banyak kelas matematika di Osaka. Tujuannya untuk membuat siswa dapat mempelajari materi SMA secara mandiri. Ia ingin mengembangkan kemampuan siswa semaksimal mungkin dengan memberikan pelajaran yang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Ternyata, jumlah siswa yang mengikuti kelasnya tersebut terus meningkat seiring berjalannya waktu. Bahkan, kini siswa Kumon berasal dari berbagai negara yang ada di dunia.

Kumon yang lahir dari rasa sayang seorang ayah terhadap anaknya, tidak dibatasi oleh bahasa, budaya ataupun sejarah.

Kumon Global

Visi

Kami berharap agar orang-orang di berbagai negara dan wilayah di seluruh dunia memiliki kesempatan untuk belajar dengan Metode Kumon, dan setiap siswa belajar secara mandiri dengan antusias untuk mewujudkan impian dan targetnya.

Misi

Dengan menggali potensi yang ada pada setiap individu dan mengembangkan kemampuannya semaksimal mungkin, kami bertujuan untuk membentuk manusia yang sehat dan cakap sehingga dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat global.

Program-Program Kumon

Saat ini Kumon memiliki tiga program yang terdiri dari satu program matematika dan dua program bahasa inggris. Semua program ini menggunakan metode Kumon untuk membimbing para siswa agar bisa belajar pada “tingkatan yang tepat”. Saat menemukan kesulitan, siswa dapat melihat petunjuk dan contoh soal yang ada pada lembar kerja serta menemukan sendiri cara mengerjakannya. Sehingga siswa mampu belajar secara mandiri dan memiliki kemampuan yang baik dalam menyelesaikan masalah. Maka dari itu, segera daftarkan anak atau saudara yang ingin memiliki kemampuan mandiri dalam belajar ke Kumon. Siswa yang mendaftar pada Kumon bisa memilih tiga program yang telah disediakan, yaitu sebagai berikut.

MATEMATIKA

Program ini dibuat untuk membentuk kemampuan hitung agar siswa bisa maju ke matematika SMA. Siswa akan dibimbing sesuai tingkatan yang tepat dengan metode Kumon agar bisa mengerjakan soal-soal di tingkatnya saat ini dengan mudah. Sehingga siswa bisa melanjutkan belajar ke tahap yang lebih tinggi. Ingin anak anda menguasai pelajaran matematika? Cobain program yang satu ini.

Detail

Pada program Matematika Kumon, terdiri dari 20 level inti, yaitu level 6A – O, ditambah 5 level lanjutan. Lembar kerja ini berfokus pada pengembangan kemampuan hitung tingkat tinggi secara efisien. Bagian-bagian yang tidak diperlukan akan dihilangkan sehingga siswa dapat mempelajari matematika SMA dengan cepat secara mandiri. Pendiri Kumon meyakini bahwa kemampuan hitung yang tinggi merupakan kunci untuk menguasai konsep matematika lainnya. Program ini sangat cocok untuk kalian yang ingin menguasai pelajaran matematika, terutama para orang tua yang sedang mencari tempat bimbel matematika anak.

BAHASA INGGRIS (EE)

Program yang dibuat untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan membaca bahasa ingris yang baik dengan membiasakannya. Bagi sebagian orang, hal tersulit dalam mempelajari bahasa inggris adalah menghafal kosa kata dan mengucapkannya. Di sinilah, Kumon hadir untuk mengatasi masalah tersebut melalui metode Kumon yang sudah terbukti ampuh.

Detail

Pemahaman bacaan yang tinggi merupakan hal mendasar yang harus dimiliki siswa, tidak terbatas pada pelajaran bahasa inggris semata. Program ini, akan membangkitkan minat baca siswa dan meningkatkan kemampuan dalam memahami bacaan sehingga lebih percaya diri. Rentetan program EE yaitu memperkaya kosakata, membentuk kemampuan membaca dasar, mempelajari strutktur kalimat, pengembangan paragraf, membuat ringkasan, dan membaca secara kritis. Program ini sangat cocok untuk orang tua yang membutuhkan les bahasa inggris anak agar anaknya dapat meningkatkan kemampuan dalam berbahasa inggris. 

BAHASA INGGRIS (EFL)

Program English as a Foreign Language (EFL) merupakan lanjutan dari program EE. Di mana siswa akan mengembangkan kemampuan pemahaman dalam membaca dalam bahasa inggris tingkat lanjut. Metode Kumon bisa diandalkan agar siswa bisa melewati tingkatan ini. Sebab, Kumon selalu memperhitungkan kemampuan siswa dalam memberikan pelajaran sehingga mereka tidak merasa kesulitan.

Detail

Pengembangan kemampuan pemahaman bacaan yang baik akan dikemas dengan pembelajaran bahasa inggris yang bisa dinikmati oleh siswa. Para siswa akan memperkaya kosakata dan mempelajari unsur-unsur baru dengan membaca teks kemudian menuliskannya kembali tanpa melihat teks tersebut. Selain itu, siswa juga akan belajar menulis kata dengan menebalkan kata tersebut dan mencocokannya dengan audio dan gambar pada lembar kerja. Cara seperti ini akan membuat siswa terbiasa dengan percakapan sehari-hari serta dapat menulis kata dalam bahasa inggris dengan baik dan benar sesuai soal-soal pada lembar kerja.

Manfaat Program Kumon

Program yang sudah dijalankan oleh Kumon memiliki banyak manfaat. Tentu saja, semua manfaat tersebut bisa dinikmati oleh semua siswa Kumon dari segala umur sehingga bisa memaksimalkan kemampuannya. Hal ini merupakan salah satu bentuk dari misi Kumon yang selalu konsisten dijalankan hingga mendapatkan keberhasilan. Berikut ini beberapa manfaat dari program Kumon di segala usia.

Pemanfaatan Teknologi Melalui Kumon Connect

Salah satu kunci kesuksesan Kumon adalah selalu mengikuti perkembangan zaman. Awal mula dibentuknya Kumon, pembelajaran hanya dilakukan dengan cara kalasik, yaitu bertemu di sebuah ruang kelas. Namun, seiring berkembangnya zaman, peran teknologi menciptakan transformasi terhadap dunia pendidikan. Berkat teknologi, beberapa hal dalam dunia pendidikan mulai berubah menjadi lebih baik, efisien, dan mudah.

Saat ini, Kumon sudah menerapkan teknologi di dalam berbagai kegiatan melalui program Kumon Digital. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan teknologi agar aktivitas belajar-mengajar menjadi lebih mudah dan efisien. Sehingga proses belajar bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun berada. Untuk menjawab tantangan tersebut, Kumon membuat sebuah terobosan yang bernama Kumon Connect.

Kumon Connect adalah cara belajar baru dari Kumon secara digital yang bertujuan untuk menjalin kedekatan antara siswa, orang tua, dan pembimbing Kumon melalui komunikasi yang intens serta hubungan personal yang erat. Terlepas dari cara belajar dengan bertatap muka di ruang kelas atau di rumah secara daring, aspek terpenting dari proses belajar adalah menjaga dan mempertahankan interaksi antara siswa dan pembimbing Kumon. Aspek inilah yang membuat terobosan Kumon Connect berhasil.

Pada dasarnya, Kumon Connect sama seperti pembelajaran dengan metode Kumon pada umumnya. Di mana siswa harus mengerjakan soal menggunakan lembar kerja pada kertas Kumon yang bisa menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan belajar, dan memaksimalkan potensi siswa. Kumon Connect membuat proses belajar dengan metode Kumon tersebut menjadi lebih efisien, sebab bisa dilakukan hanya dengan mengunakan tablet dan stylus pen saja. Selain itu, Kumon Connect juga memungkinkan siswa untuk belajar dengan mudah yang bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun mereka berada.

Cara kerja Kumon Connect sangat sederhana, yaitu siswa menulis pada tablet menggunakan stylus pen, sama seperti ketika mereka menulis di lembar kerja Kumon dengan menggunakan pensil. Hasil kerja siswa dapat dipantau langsung oleh pembimbing Kumon secara daring sehingga kemajuan belajar harian siswa dan feedback untuk memotivasi atau mendukung siswa dapat diberikan dengan cepat. Selain itu, para orang tua juga dapat meninjau catatan belajar anaknya kapan pun dan di mana pun berada serta dapat terhubung dengan pembimbing Kumon untuk mendukung proses belajar anak mereka.

Tujuan dari metode Kumon tetap sama, yaitu memberikan kesempatan belajar bagi setiap siswa agar mereka maju secara bertahap tanpa adanya perbedaan pembelelajaran dalam proses belajarnya di Kumon.

Kumon Global

Berkat adanya Kumon Connect, siswa dapat melakukan les matematika online dan kursus bahasa inggris online menggunakan metode Kumon dengan mudah dan efisien. Bisa dikatakan bahwa Kumon Connect sangat berhasil diterapkan pada era digital seperti sekarang. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa Kumon tidak akan mati karena selalu mengikuti perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi terbaru.

Keunggulan Kumon Connect

Kumon Connect hadir dengan melalui proses digitalisasi yang merupakan salah satu terobosan baru dari Kumon. Meskipun dilakukan dari jarak jauh, tetapi Kumon Connect tidak menghilangkan esensial dari Metode Kumon itu sendiri, yaitu dengan memperhatikan komunikasi dan hubungan emosional antara siswa dan pembimbing Kumon. Selain memberikan cara belajar yang baru dengan memanfaatkan teknologi, Kumon Connect juga hadir dengan membawa sejuta keunggulan. Semua keunggulan tersebut bisa dinikmati oleh seluruh siswa, orang tua, dan pembimbing Kumon. Berikut ini beberapa keunggulan Kumon Connect yang bisa dirasakan oleh seluruh komponen Kumon.

Fleksibel

Belajar melalui Kumon Connect sangat fleksibel, sebab bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun kita berada selama terdapat koneksi internet.

Efisien

Proses belajar melalui Kumon Connect hanya dilakukan menggunakan perangkat tablet dan stylus pen, sehingga sangat efisien untuk dilakukan oleh siswa.

Optimal

Pembimbing membuat catatan belajar menggunakan lembar kerja siswa untuk mengamati kondisi belajar, kemampuan, dan perkembangan siswa sehingga lebih optimal

Mudah

Kumon Connect sangat memudahkan, baik untuk siswa, pembimbing, maupun orang tua. Sebab, semua sistem sudah terintegrasi sehingga orang tua dapat dengan mudah mengawasi perkembangan anaknya dan pembimbing lebih mudah dalam melakukan evaluasi.

Pengalaman

Melalui Kumon Connect, siswa dan orang tua akan mendapat pengalaman yang berharga dalam mendapatkan akses pendidikan. Sebab orang tua akan dapat memahami rutinitas dan konsistensi anaknya dalam belajar. Sehingga lebih memahami kebutuhan belajar anaknya.

Modern

Kumon Connect merupakan produk digitalisasi yang dibuat dengan mengikuti perkembangan teknologi terkini. Maka dari itu, penggunaan Kumon Connect merupakan bentuk dari proses mengikuti perkembangan zaman sehingga lebih maju dan modern.

Kesimpulan

Masuknya teknologi di dalam dunia pendidikan harus dibarengi dengan sistem dan cara belajar yang baik agar siswa dapat belajar dengan maksimal. Sebab akan percuma bila terdapat alat penunjang yang canggih untuk belajar, tetapi para siswa tidak mengerti tentang apa yang sedang dipelajari. Maka dari itu, sistem dan cara belajar sangat penting agar siswa dapat memahami konsep dasar dengan baik.

Menjawab permasalahan tersebut, Kumon hadir dengan membawa metode unik yang bisa diterapkan untuk memaksimalkan proses belajar siswa. Metode yang dibawa dari negara Jepang tersebut, mampu membuat siswa mengembangkan potensi secara maksimal, lebih percaya diri, dan mandiri dalam belajar. Maka dari itu, metode Kumon dapat bertahan dan dipercaya oleh banyak orang di seluruh penjuru dunia hingga sekarang. 

Di zaman modern seperti saat ini, Kumon menghadirkan terobosan baru berupa Kumon Connect yang akan memudahkan proses belajar-mengajar. Kumon Connect sendiri adalah bentuk digitalisasi dari cara belajar menggunakan metode Kumon. Sebab prosesnya sama seperti pembelajaran Kumon pada umumnya, yaitu siswa diharuskan mengisi lembar kerja Kumon, hanya saja dilakukan secara digital menggunakan tablet dan stylus pen. Kumon Connect memiliki beberapa keunggulan, antara lain fleksibel, efisien, optimal, mudah, pengalaman, dan modern.

Aku yakin, bersama dengan Kumon, siswa akan bisa mengembangkan dan memaksimalkan kemampuannya dalam belajar. Sehingga mereka tidak mengalami masalah belajar yang sulit, sama seperti diriku dulu. Bila siswa bisa merasa nyaman dan cocok dengan cara belajar yang dilakukan, pasti hasilnya akan lebih maksimal. Bahkan, bisa membuat siswa mendapatkan banyak prestasi. Maka dari itu, tunggu apa lagi? Daftar Kumon sekarang juga!

Wiko Nurdian

Terima Kasih

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top