Tingkatkan Produktivitas dengan AI Bersama ASUS Zenbook S14 OLED
Di era modern seperti saat ini, pemanfaatan AI sudah sangat luas. Bukan hanya untuk menunjang pekerjaan perkantoran saja, tetapi juga untuk kegiatan-kegitan lain seperti membantu menemukan ide cerita, membuat dan mengedit gambar ilustrasi, membuat video, hingga membuat lagu. Meskipun demikian, penggunaan AI juga harus diimbangi dengan perangkat mumpuni sehingga hasil dari pemrosesan kecerdasan buatan tersebut bisa maksimal. Saat ini muncul teknologi Neural Processing Unit (NPU) yang tertanam di dalam prosesor. NPU sendiri memiliki fungi untuk memaksimalkan hasil dari pemrosesan AI. Nah, ada satu laptop dari ASUS yang sudah mendukung penggunaan NPU sehingga AI yang dihasilkan akan maksimal. Laptop itu adalah ASUS Zenbook S14 OLED. Penasaran seperti apa tampilan dan spesifikasi dari laptop ini? Ayo kenalan!
Sebelum Mengenal AI

Aku masih berkutat di depan laptop untuk memeriksa barisan kode-kode program yang error. Meskipun mataku sudah pedih dan kepala terasa berat, tetapi aku tidak bisa meninggalkan masalah ini begitu saja. Aku ingin benar-benar memanfaatkan waktu dengan baik. Bahkan bila aku harus mengorbankan waktu tidurku seperti malam ini, seperti malam-malam sebelumnya. Sungguh, aku tidak ingin membuang-buang waktu. Sebab seharusnya aku sudah memakai toga beberapa bulan lalu, bukan malah masih berkutat dengan program yang belum terselesaikan. Maka dari itu, aku bertekad menyelesaikan semua ini dengan cepat.
Sebenarnya laporan skripsi sudah kususun dengan sempurna, hanya ada beberapa bagian saja yang harus direvisi, itu mudah. Aku sudah memikirkannya. Sekarang tinggal implementasi dari laporan tersebut yang belum terselesaikan. Oh, iya. Aku mengambil skripsi di bidang Internet of Things (IoT) dengan judul Rancang Bangun Alat Meteorologi Otomatis Berbasis Internet of Things. Alat yang aku bangun ini hampir sama dengan alat meteorologi milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan beberapa kelebihan seperti mudah diakses, menyajikan data lebih lengkap (per jam), bisa diunduh dengan mudah, dan pencatatan data yang sudah sepenuhnya otomatis. Memang alat ini juga memiliki beberapa kelemahan, seperti perekaman unsur cuaca yang tidak lengkap (hanya merekam suhu udara, kelembaban udara, tekanan udara, dan curah hujan) serta kebutuhan internet di tempat perekaman yang belum tentu tersedia.

Alat meteorologi yang aku bangun menggabungkan antara rancangan hardware dan software. Jadi selain mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan, aku juga harus membuat programnya sendiri. Alurnya sangat sederhana. Alat meteorologi ini menggunakan microcontroller sebagai pusat sekaligus perantara antara hardware dan software. Selain itu juga terdapat beberapa alat pendukung seperti pendeteksi suhu dan kelembapan udara (sensor DHT11), pendeteksi tekanan udara (sensor MPX5700AP), dan pendeteksi curah hujan dengan memanfaatkan ketinggian air (sensor HC-SR04). Nah, data yang dicatat oleh alat-alat ini akan dikirimkan ke server melalui microcontroller bernama NodeMCU. Data cuaca yang telah diterima oleh server akan tersimpan otomatis di database kemudian ditampilkan melalui halaman website yang datanya dapat diunduh dengan mudah oleh masyarakat umum.
Meskipun terlihat sederhana tetapi alat meteorologi yang kubuat memiliki implementasi yang cukup sulit, terutama dibagian pemrogramannya. Bagaimana tidak, aku harus membuat barisan kode-kode dengan dua bahasa pemrograman yang berbeda. Satu, program untuk hardware-nya, yaitu menggunakan bahasa pemrograman C for Arduino. Satu lagi program untuk menampilkan halaman website menggunakan bahasa pemrograman PHP. Aku memang bisa menulis baris-baris kode menggunakan bahasa tersebut, walaupun harus melihat syntax. Namun, untuk menangani error yang terjadi, itu hal yang berbeda. Aku harus mencari tahu terlebih dahulu errornya di bagian mana, script mana yang membuat error, lalu penyelesaiannya bagaimana, itu sangat menyulitkan dan menyita waktu. Alhasil, beberapa hari terakhir aku sering begadang untuk menyelesaikan error-error tersebut.
Musabab kurang tidur, aku pun jatuh sakit. Hal ini membuatku sejenak berhenti dari semua aktivitas. Akibatnya, implementasi program yang kubuat sempat tertunda beberapa hari. Alih-alih menyelesaikan permasalahan ini dengan cepat, aku justru mengulur waktu lebih lama. Jelas hal ini membuatku sedikit cemas dan khawatir. Berbagai pemikiran mulai muncul di kepala. Bagaimana kalau aku tidak bisa menyelesaikan program ini? Bagaimana kalau aku tidak bisa mengikuti sidang skripsi di sesi ini? Bagaimana kalau aku tidak lulus kuliah tahun ini? dan berbagai pertanyaan-pertanyaan overthinking lainnya. Hingga akhirnya waktu berlalu dan aku berhasil menyelesaikan semua ini meskipun harus ‘jungkir balik’ terlebih dahulu. Alhamdulillah, aku bisa lulus kuliah dengan baik.


Berkenalan dengan AI

Beberapa tahun setelah lulus kuliah, aku bekerja di sebuah Lembaga Pemerintah yang sangat terkenal. Di tempat kerja inilah aku berkenalan dengan Artificial Intelligence (AI). Saat itu aku menempati posisi di tim IT, lebih tepatnya di bagian server. Manajer di sana merupakan seorang visioner yang selalu membicarakan tentang transformasi digital. Dalam sebuah forum, beliau pernah berkata bahwa di zaman sekarang, bukan lagi berbicara tentang digitalisasi melainkan transformasi digital. Seperti misalnya sistem kerja yang awalnya menggunakan kertas fisik diubah menjadi digital (digitalisasi). Nah, contoh transformasi digital adalah memanfaatkan AI untuk memeriksa atau menyeleksi file digital tersebut dengan kriteria tertentu untuk tujuan tertentu.
Dari sanalah aku mulai mengenal AI. Bukan hanya mendengarnya saja, tetapi juga menggunakannya. Sebab di sana ada banyak pekerjaan yang sudah didukung dengan penggunaan AI. Sayangnya aku tidak bisa menceritakan dengan detail karena informasi tersebut cukup rahasia. Meskipun saat ini aku sudah tidak bekerja di sana, tetapi aku harus tetap menjaga kerahasiaan data dan segala sesuatunya. Itu hal mutlak yang harus aku lakukan demi menjaga integritas. Pengalaman bekerja dengan menggunakan AI itu akhirnya membuka pintu gerbang pengetahuan baru bagiku. Aku pun jadi tersadar dengan pentingnya penggunaan AI dalam melakukan berbagai hal agar lebih mudah dan cepat.

Sedari tadi berbicara tentang AI, sebenarnya apa sih AI itu?
Kecerdasan buatan (artificial intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas.
H. A. Simon (1987)
Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.
Rich and Knight (1991)
Berdasarkan kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa kecerdasan buatan itu berhubungan dengan studi proses berpikir manusia dengan merepresentasikannya melalui mesin.
Perbedaan mendasar antara program biasa dengan kecerdasan buatan terletak pada kemampuannya dalam mengolah suatu data. Jika program biasa hanya bisa mengolah data yang sudah ditentukan secara spesifik, maka kecerdasan buatan bukan hanya dapat mengolah data tetapi juga mempelajari data baru sehingga kemampuannya dapat berkembang seperti seorang manusia yang sedang belajar.
Aku sudah melihat dan merasakan sendiri bagaimana AI bekerja dalam membantu pekerjaan manusia agar lebih cepat, mudah, dan efisien. Maka dari itu, meskipun aku sudah tidak bekerja di Lembaga Pemerintah itu lagi, tetapi ilmu dan pengalaman tentang AI yang aku dapat di sana masih digunakan sampai sekarang.

Manfaat AI untuk Produktivitas

Penerapan teknologi AI di berbagai bidang mampu mendorong manusia untuk lebih produktif. Hal ini dikarenakan AI memiliki kemampuan untuk mengolah, menganalisis, dan menyajikan data dalam jumlah besar serta dapat memberikan keputusan yang logis sehingga membuat pekerjaan manusia menjadi lebih efektif dan efisien. Kehadiran AI membuat pekerjaan manusia yang awalnya sulit menjadi mudah dilakukan, pekerjaan yang awalnya membutuhkan waktu lama menjadi cepat diselesaikan, sehingga manusia bisa memfokuskan waktu dan sumber daya yang ada untuk dialihkan ke hal lain yang lebih strategis. Di tempat kerjaku yang baru, aku sudah menerapkan AI untuk melakukan beberapa pekerjaan dan merasakan manfaatnya langsung. Selain itu, AI juga membuatku semakin produktif karena bisa diandalkan untuk melakukan berbagai aktivitas dengan cepat dan mudah.
Oh, iya. Saat ini aku bekerja di salah satu Kementerian yang baru dibentuk. Jika dulu aku bekerja di Lembaga Pemerintah Pusat, maka sekarang aku ditempatkan di Kantor Wilayah salah satu pulau terluar Indonesia, jauh dari pusat. Jangan bandingkan teknologi di sini dengan di pusat, karena perbedaannya cukup signifikan. Teknologi memang sudah ada, tetapi tidak sebaik, secanggih, dan selengkap teknologi yang ada di pusat. Jika di tempat kerja dulu aku membicarakan tentang reformasi digital, maka di sini aku harus memulai semuanya dari awal. Sebab, masih ada banyak pekerjaan yang dilakukan secara manual seperti mencatat tamu, membuat nomor surat, hingga presensi rapat. Jadi, sebelum membicarakan tentang reformasi digital di sini, aku harus membuat sistem digitalisasi terlebih dahulu. Itulah rintangan yang harus aku hadapi.
Membangun Aplikasi
Alih-alih takut dengan rintangan tersebut, aku justru menganggapnya sebagai tantangan. Dan aku yakin pasti bisa menaklukan tantangan itu. Aku siap mendigitalisasi semua pekerjaan di sini, sebelum nanti bisa menerapkan reformasi digital. Saat ini ada 3 sistem manual yang perlu didigitalisasi: pencatatan tamu, penomoran surat, dan presensi rapat. Sebenarnya mudah saja untuk mendigitalisasi ketiganya, yaitu dengan membuat aplikasi sehingga mengubah proses kerja yang tadinya fisik menjadi digital. Namun, apakah aku masih bisa membuat program dengan menulis kode-kode script seperti dulu? Entahlah. Pasalnya sejak lulus kuliah, aku tidak pernah berhubungan dengan kode-kode itu lagi. Ya, walaupun pekerjaanku masih di bidang IT tetapi posisiku bukan sebagai programmer. Apakah aku harus belajar pemrograman dari awal agar bisa membuat aplikasi itu?

Sebenarnya aku tidak perlu mempelajari pemrograman dari awal. Aku juga tidak perlu menulis script yang panjang dan mengatasi error yang membingungkan hingga kepalaku sakit seperti saat mengerjakan skripsi dulu. Aku hanya perlu menggunakan AI untuk membuat aplikasi yang dibutuhkan. Dengan kemampuan pemrograman dasar yang aku miliki, itu sudah cukup sebagai bekal untuk membuat sebuah aplikasi. Selebihnya, biarkan AI yang bekerja. Benar saja, hanya dalam kurun waktu sebulan, aku sudah berhasil menyelesaikan dua dari tiga aplikasi tersebut. Bahkan, kini salah satu dari aplikasi yang kubuat akan diluncurkan dan resmi digunakan di lingkungan Kantor Wilayah ini. Lihat, bagaimana AI membantuku dalam menyelesaikan pekerjaan agar lebih mudah dan cepat!
Merancang Gambar Ilustrasi
Selain bekerja di bidang IT, aku juga merupakan seorang blogger yang menulis artikel di website pribadi. Aku selalu menulis artikel dengan dilengkapi gambar ilustrasi agar para pembaca lebih tertarik. Nah, untuk membuat gambar ilustrasi ini aku sering kebingungan karena tidak memiliki bakat seni. Kalau pun mencari gambar di internet, seringnya gambar tidak sesuai dengan tulisan. Hal inilah yang membuatku merasa kesulitan. Namun, kehadiran AI sekali lagi menyelamatkanku. Aku yang tidak memiliki kemampuan menggambar dapat menggunakan AI untuk membantuku. Caranya mudah, aku cukup memberikan baris perintah berupa deskripsi gambar yang diinginkan. Setelah itu tunggu beberapa saat hingga proses pembuatan gambar selesai. Sangat mudah.

Kemampuan AI dalam mengolah visual tidak terbatas pada pembuatan gambar baru, tetapi juga bisa untuk memperbaiki atau memperbarui gambar yang sudah ada. Seperti contohnya membuat desain ulang logo. Aku pernah mendesain ulang logo wikocak.com menggunakan AI dan hasilnya sangat bagus. Rencananya, aku akan menggunakan logo hasil desain ulang tersebut untuk menggantikan logo saat ini. Sebab terus terang, logo yang sekarang digunakan merupakan hasil dari proses pembuatan melalui aplikasi Paint yang garis-garisnya kurang sejajar dan presisi. Bahkan, ada bagian-bagian yang lebih besar dari bagian lainnya. Berbeda dengan hasil AI yang terlihat presisi dan lebih baik. Aku hanya perlu menunggu waktu yang tepat untuk mengganti logo tersebut.
Mengembangkan Ide Cerita
Aku bukan hanya menulis artikel saja, tetapi juga tulisan-tulisan lain seperti puisi, cerpen, hingga novela. Terkadang aku mendaftarkan tulisan tersebut untuk diikutsertakan dalam lomba menulis. Sepertinya sudah puluhan kali aku mengikuti lomba menulis, dan puluhan kali juga aku menelan kekalahan. Namun, aku tidak pernah menyerah. Aku terus mengikuti lomba menulis untuk mengasah kemampuan diri dan mencari pengalaman baru. Hingga akhirnya, beberapa tulisan yang aku buat berhasil memenangkan perlombaan, baik lomba menulis blog maupun lomba menulis cerpen. Alhamdulillah, kini aku sudah mengoleksi berbagai kemenangan dari lomba menulis.

Perjalananku dalam menulis sering menemukan rintangan, salah satunya ketika aku mengalami writer’s block. Aku merasa kesulitan untuk menulis, seperti terjebak dalam pusaran ketidakmampuan, bahkan seperti kehabisan ide. Jujur saja, saat hal ini terjadi, aku bingung harus mulai menulis dari mana? Ide saja tidak punya. Namun, masalah itu kini bisa diatasi dengan mudah. Saat tidak memiliki ide untuk bahan tulisan, aku bisa bertanya pada AI. Aku cukup mendeskripsikan tulisan yang ingin kubuat seperti tema, gaya tulisan, sudut pandang, dan sebagainya. Setelah itu AI akan membuatkan ide tulisan tersebut. Oh, iya. Tulisan atau ide cerita dari AI ini hanya sebatas referensi saja, bukan untuk menjadikannya sebagai tulisan utama. Meskipun demikian, aku sangat terbantu dengan kehadiran AI ini.
Menciptakan Lagu
Kehadiran AI sangat berperan penting dalam meningkatkan produktivitas. Bukan hanya di dalam pekerjaan saja, tetapi juga dalam meningkatkan keharmonisan hubungan keluarga. Salah satu contoh sederhana peran AI dalam membangun keharmonisan keluarga yaitu dengan menciptakan lagu untuk anggota keluarga tercinta. Itulah yang aku lakukan, membuat lagu untuk anakku. Sebab aku ingin mengabadikan momen bersama anakku melalui sesuatu yang berbeda. Awalnya aku ragu, apakah bisa membuat lagu dari lirik yang sudah kutulis? Namun, berkat adanya AI, aku bisa membuat lagu itu. Caranya sangat mudah dan cepat. Aku hanya perlu menyalin lirik lagu yang sudah kubuat, lalu tunggu beberapa saat hingga proses pembuatan lagu oleh AI selesai. Dan jadilah lagu untuk anakku yang ceria.
Jujur, aku sangat kagum dengan lagu buatan AI ini. Meskipun nadanya terasa tidak asing, tetapi lagu yang tercipta cukup otentik. Bahkan ketika aku mengunggah lagu tersebut ke Youtube pun tidak melanggar hak cipta. Di sini aku mendapat sebuah ide untuk membuat konten-konten lagu yang diciptakan oleh AI, siapa tahu banyak yang suka dan bisa menghasilkan uang. Tentu sangat menyenangkan bila itu terjadi. Apa lagi pembuatan kontennya sangat mudah dan cepat, hanya mengandalkan AI saja. Jadi selain bisa produktif, aku juga bisa mendapatkan hal positif lainnya seperti: membuat senang penonton, jumlah pengikut bertambah, meningkatkan potensi kerja sama dengan sponsor, hingga mendapatkan uang. Semua itu bisa dilakukan dengan bantuan AI.
Membuat Video
Menurutku, dari sekian banyak jenis konten, membuat video adalah pekerjaan yang paling sulit. Sebab dalam pembuatan video terdapat banyak teknik yang harus dikuasai serta harus memiliki jiwa seni yang tinggi agar video yang dihasilkan menjadi berkualitas. Membuat video bukan hanya memiliki perangkat kamera yang canggih dan sarana pendukung yang lengkap, tetapi juga tentang rasa dan substansi yang ingin disampaikan pada video itu sendiri. Musabab alasan itulah aku jarang membuat konten berupa video. Aku hanya membuat video pada saat tertentu saja, misalkan untuk syarat lomba. Perlombaan menulis yang sering aku ikuti memiliki berbagai persyaratan, mulai dari membagikan foto hingga video. Kalau hanya membagikan video yang sudah ada, itu bukanlah masalah bagiku. Namun, terkadang pihak panitia mengharuskan peserta untuk membuat videonya sendiri.
Beruntung bagiku karena sudah mengenal AI sehingga bisa memanfaatkannya untuk menyelesaikan masalah ini. Selain foto, AI juga bisa dimanfaatkan untuk membuat video. Ada banyak tools AI yang bisa digunakan mulai dari text to video, image to video, dan semacamnya. Aku pernah menggunakan AI untuk membuat video dari teks dan foto sekaligus. Video tersebut aku buat sebagai syarat lomba menulis blog, yang mana videonya harus diunggah ke sosial media (instagram) peserta. Kalau tidak ada AI, mungkin aku tidak akan mengikuti lomba ini. Alhamdulillah, aku bisa membuat video dan mengikuti lomba blog tersebut. Bahkan menjadi salah satu peserta terbaik dan mendapatkan hadiah.

Tentang AI yang Luput dari Pandangan

Kehadiran AI dalam kehidupan manusia memang sangat bermanfaat, terutama bagi para pekerja digital dan kreatif yang banyak bermunculan di era sekarang. Aku pun termasuk orang yang memanfaatkan AI untuk membantu dalam menyelesaikan pekerjaan. Sebab dengan adanya AI, pekerjaan menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien. Hal ini membuat manusia semakin terbiasa dengan keberadaan AI sehingga para pengembang aplikasi berlomba untuk menciptakan AI yang terbaik, mulai dari versi gratis hingga berbayar.
Di sisi lain, aku merasa terbebani karena penggunaan AI ini. Aku khawatir bahwa yang selama ini diklaim sebagai milikku, ternyata hanyalah buatan AI semata. Seperti contohnya, aku membuat aplikasi dengan bantuan AI, kemudian aku mengklaim aplikasi tersebut sebagai karya buatanku. Apakah itu salah? Entahlah, tetapi hal ini sempat membuatku gelisah. Sebab ada AI di balik layar yang membantu proses pembuatan aplikasi tersebut. Bahkan menurutku, peran AI ini lebih besar dari pada peranku. Bayangkan saja, peran AI dalam pembuatan aplikasi ini sebagai programmer yang menulis script sekaligus memperbaiki error. Sedangkan aku hanya orang yang mengatur AI. Sekali lagi, apakah aku salah? Sungguh, aku merasa dilema sampai-sampai meminta pendapat temanku perihal masalah ini. Untungnya, jawaban dari temanku membuat aku sedikit lebih tenang.
Ya, itu aplikasi buatan kamu. Tanpa kamu, AI enggak akan bisa melakukan itu. Anggap aja kamu itu Manajer Proyek yang ikut merancang dan mengawasi proyek tersebut. Sedangkan AI itu bawahan kamu, programmer yang memang tugasnya ngoding. Jadi, kamu dan AI itu satu tim. Enggak usah mikirin hal-hal kayak gitu, kurang penting. Lagian AI juga sebenarnya enggak pintar-pintar amat koq.

Ada benarnya juga yang dikatakan temanku tersebut. Bukankah di luar sana juga banyak orang yang mengklaim bahwa ia telah membuat aplikasi, padahal itu buatan dari anggota timnya. Perkataan temanku ini memang bijak. Namun, selain memotivasi aku, perkataan tersebut juga membuatku berpikir. Temanku mengatakan bahwa AI itu tidak sepintar yang dilihat, apa maksudnya? Apakah benar demikian?
Menurutku, AI itu memang cerdas, tetapi perkataan temanku juga tidak salah. Sebab, layaknya manusia, AI juga memiliki kekurangan dan kelebihan. AI mungkin bisa menjawab semua pertanyaan, mulai dari pertanyaan sehari-hari, pertanyaan tentang pekerjaan, hingga pertanyaan ilmiah. Namun, di sisi lain AI memiliki sebuah sifat yang penurut. Saking penurutnya, apa pun yang kita perintahkan, AI akan segera mengerjakannya sekalipun perintah itu tidak jelas. Sehingga AI akan melakukan sesuatu yang sangat jauh berbeda dari keinginan kita. Kemungkinan inilah kebodohan AI yang dimaksud oleh temanku itu.

AI memang sangat cerdas, tetapi tidak bisa melakukan hal yang sangat ‘abstrak’. Jadi, butuh perintah yang jelas dan detail agar AI dapat berjalan dengan baik. Dari situ aku menyimpulkan bahwa AI hanya bisa bermanfaat dengan maksimal ketika digunakan oleh orang yang juga cerdas atau memiliki kemampuan dibidangnya. Contohnya, dalam pembuatan aplikasi, AI hanya bisa diperintahkan secara maksimal bila manusianya memiliki (minimal) pengetahuan dasar tentang pembuatan aplikasi (programmer). Pendapat ini bersifat subjektif menurut pengalamanku saja.
Selain pengguna yang cerdas, pemrosesan AI yang maksimal juga membutuhkan perangkat pendukung yang mumpuni. Maka dari itu, aku ingin memiliki laptop yang bisa diajak untuk membuat proyek bersama AI dengan kemampuan yang maksimal.

Mengenal ASUS 45+ TOPS Advanced AI Laptop

Sebagai orang yang sering menggunakan AI, aku sadar betul bahwa perangkat yang digunakan sangat mempengaruhi hasil dan efisiensi pemrosesan kecerdasan buatan. Apa lagi pemrosesan yang melibatkan model besar seperti Computer Vision atau Natural Language Processing (NLP), tentu membutuhkan sumber daya komputasi tingkat tinggi yang sulit ditangani oleh laptop biasa. Tanpa adanya perangkat yang mumpuni, pemrosesan yang dilakukan AI bisa memakan waktu lama dan hasilnya kurang maksimal. Bahkan, mungkin ada beberapa pemrosesan yang tidak dapat berjalan sama sekali.
Berdasarkan pengalaman selama ini, laptop yang mumpuni untuk menangani pemrosesan AI setidaknya harus memiliki Graphic Processing Unit (GPU) dengan performa tinggi, RAM 32 GB, dan prosesor kelas atas. Selain itu, penyimpanan dengan menggunakan SSD juga sangat berpengaruh terhadap kecepatan pemrosesan data. Namun, spesifikasi terpenting dari laptop yang digunakan untuk pemrosesan AI yaitu mendukung akselerasi AI secara langsung, misalnya melalui Neural Processing Unit (NPU) dengan performa Tera Operations Per Second (TOPS) yang tinggi.

NPU sendiri merupakan bagian dari prosesor yang berfungsi untuk memproses AI agar lebih powerful dan efisien. Selain itu, NPU juga bisa meningkatkan kinerja aplikasi sehingga lebih cepat. Musabab berada di dalam prosesor, NPU tidak bisa ditingkatkan (upgrade). Oleh karena itu, jika ingin meningkatkan NPU maka pengguna harus mengganti perangkatnya. Perlu diketahui meskipun tidak memiliki NPU tetapi laptop masih bisa memproses AI, hanya saja hasilnya akan sangat berbeda dengan laptop yang memiliki NPU. Sebab laptop yang dilengkapi dengan NPU mampu menghasilkan pemrosesan AI yang jauh lebih baik.
Berbicara tentang NPU tentu tak lepas dari kata TOPS. TOPS merupakan satuan yang digunakan untuk mengukur performa dari NPU. Laptop yang baik memiliki TOPS 45+ yang berarti mampu memproses hingga 45 triliun operasi per detik, sehingga dapat memproses AI secara real time. Contoh pemrosesan AI secara real time yaitu: pada meeting online, peserta rapat menggunakan background pemandangan yang bisa menyesuaikan bentuk tubuh pengguna secara langsung. Laptop dengan TOPS 45+ memiliki banyak keunggulan seperti memiliki performa komputasi terbaik, daya tahan baterai terpanjang, dan dapat mengakses banyak aplikasi serta fitur eksklusif.
Saat ini sudah hadir ASUS 45+ TOPS Advanced Laptop. Tak tanggung-tanggung, NPU nya bisa mencapai TOPS 47. Itu berarti NPU yang dimiliki oleh ASUS mampu memproses 47 triliun operasi dalam satu detik. Wow! Sudah melebihi standar laptop AI. Luar biasa, bukan? Maka dari itu, aku ingin mendapatkan salah satu laptop dari ASUS yang memiliki NPU dengan TOPS 45+ ini. Nah, salah satu laptop yang memiliki kemampuan tersebut adalah ASUS Zenbook S14 OLED. Ayo berkenalan dengan laptop yang satu ini!


ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA)

ASUS Zenbook S14 OLED adalah teman yang tangguh untuk menghadapi tantangan zaman. Sebab laptop ini sudah dilengkapi dengan teknologi tingkat tinggi yang mampu memproses AI secara maksimal. Kemampuan tersebut didukung oleh performa yang mumpuni di kelasnya. Selain itu, desainnya yang tipis dan ringan juga memudahkan dalam melakukan mobilitas, sangat cocok untuk seorang pekerja yang selalu membawa laptop. Meskipun tampilannya ramping, tetapi jangan salah, laptop ini memiliki daya tahan yang luar biasa. Maka dari itu, aku sangat ingin mendapatkan laptop dengan banyak kelebihan ini. Semakin penasaran dengan laptop ASUS Zenbook S14 OLED ini, bukan? Mari aku tunjukan beberapa kelebihan dari laptop ini!

Desain Menawan
ASUS Zenbook S14 OLED memiliki body ramping, elegan, dan menawan. Dengan dimensi 31.03 21.47 X 1.19 ~ 1.29 cm (12.22″ X 8.45″ X 0.47″ ~ 0.51″) dan berat 1.20 kg (2.65 lbs) membuatnya sangat ringkas dan ringan sehingga mudah dibawa-bawa. Ukuran laptop seperti ini sangat cocok untuk pekerja dengan mobilitas tinggi yang sering membawa laptop kemana-mana. Bukan hanya itu, desain yang elegan dan futuristik juga menambah keestetikannya. Sehingga siapa pun, seperti pekerja, mahasiswa, orang tua, dan anak muda, bisa bersanding dengan laptop ini. Pengguna akan merasa percaya diri dengan tampilan yang menakjubkan dan menawan yang dimiliki ASUS Zenbook S14 OLED.
Di samping itu, semua bagian body laptop ini dirancang menggunakan logam dengan teknologi mutakhir dan cover-nya terbuat dari bahan Ceramic Aluminum/Ceraluminum™ yang merupakan keramik berkualitas terbaik sehingga bukan hanya menghasilkan kekuatan luar biasa tetapi juga memiliki nilai estetika yang tinggi. Ada dua pilihan warna yang terinspirasi dari alam yaitu Zumaia Gray dan Scandinavian White. Selain itu, laptop ini juga dilengkapi dengan Backlit Chiclet Keyboard 1.1mm Key-travel yang membuatnya terasa nyaman saat digunakan untuk mengetik.

Performa Mumpuni
Dapur pacu ASUS Zenbook S14 OLED dilengkapi dengan Intel® Core™ Ultra 7 processor 258V yang menggabungkan efisiensi daya dan kinerja ekstra tinggi. Kecepatan dari prosesor 8 core dan 8 thread bisa mencpai 4.8 GHz sehingga mampu menangani berbagai proses berat seperti multitasking, rendering, aplikasi grafis, dan sebagainya. Selain itu, di dalam prosesor juga terdapat Intel® AI Boost NPU yang merupakan tenaga ekstra untuk menjalankan proses AI. Kecepatan dari NPU ini tak tanggung-tanggung, yaitu mencapai TOPS 47 yang berarti mampu memproses 47 triliun operasi per detik. Jadi laptop ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) merupakan salah satu laptop AI dengan performa NPU 45+ TOPS terbaik di kelasnya, sehingga laptop ini sangat cocok untuk orang yang selalu menggunakan AI dan multitasking.
Kemampuan laptop ini didukung juga dengan RAM LPDDR5X 32GB yang memberikan kinerja proses ekstra kencang dan membuat konsumsi daya menjadi rendah. Di samping itu juga terdapat SSD M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 sebesar 1TB dengan kecepatan proses baca/tulis super kencang dan pemindahan file tanpa lemot. Pengguna laptop ini tentu akan dimanjakan dengan performa yang luar biasa. Jelas, kombinasi antara Prosesor, RAM, dan Storage tersebut akan menjadikan laptop ASUS Zenbook S14 OLED sebagai pilihan terbaik untuk para pekerja kantoran, pengembang aplikasi, desainer, hingga konten kreator. Belum lagi dengan keunggulan-keunggulan lainnya yang bisa membuat nyaman pengguna, pasti laptop ini berada di urutan pertama dari wishlist.

Display Menakjubkan
Laptop ini dilengkapi dengan layar ASUS Lumina OLED berukuran 14″ dan resolusi 3K (2880 x 1800) yang nyaman di mata. Aspek rasio sebesar 16:10 untuk tampilan yang lebih luas sehingga membuat produktivitas meningkat. Layar ini memiliki responstime 0.2ms dan refresh rate 120Hz sangat ideal dalam menjalankan proses yang memerlukan kecepatan visual seperti gaming atau editing video. Kecerahannya bisa mencapai 400 nits (untuk konten HDR hingga 500 nits) dengan rasio kontras 1.000.000:1 yang menampilkan warna hitam pekat dan kecerahan yang tajam. Selain itu, dukungan dari sertifikasi PANTONE Validated Display dan 100% DCI-P3 color gamut memastikan reproduksi warna dengan tingkat keakuratan tinggi.
Layar laptop ini bukan hanya unggul dalam menampilkan halaman digital, tetapi juga ramah untuk mata. Teknologi OLED memungkinkan pengguna dapat merasakan kenyamanan saat melihat layar tanpa adanya risiko gangguan kesehatan mata. Sertifikasi TUV Rheinland dan SGS Eye Care Display mampu mengurangi emisi cahaya biru hingga 70% serta membantu mengurangi kelelahan mata saat digunakan dalam jangka waktu lama. Fitur layar sentuh dan dukungan stylus pen meningkatkan fleksibilitas karena dapat digunakan untuk berbagai cara kerja seperti mengetik, mencatat, hingga menggambar langsung. Terlebih rasio ke body mencapai 90% sehingga terasa lebih luas dan modern. Namun, dari semua itu yang terpenting adalah penggunaan Intel® Arc™ yang merupakan GPU terintegrasi kelas atas dengan kemampuan untuk menangani tugas multimedia, pemrosesan grafis, dan gaming terbaik.

Aplikasi Pendukung
Laptop ini hadir dengan berbagai aplikasi pendukung yang sangat bermanfaat untuk pengguna. Aplikasi utama yang harus dimiliki oleh sebuah perangkat adalah Sistem Operasi. ASUS Zenbook S14 OLED sudah dibekali dengan Sistem Operasi Windows 11 terbaru. Kemudian aplikasi pendukung lainnya yang tak kalah penting adalah Microsoft Office Home & Student 2021 serta Microsoft 365 Basic yang akan memudahkan dan meningkatkan produktivitas kerja maupun kegiatan belajar. Selain itu juga ada ScreenXpert yang bisa diunduh dari Microsoft Store untuk membantu mengelola dan memberi kendali pada seluruh layar yang terhubung. Ada juga aplikasi GlideX yang berfungsi untuk berbagi layar yang membuat ruang lebih besar serta terdapat fitur Unify Control sehingga pengguna dapat menggunakan satu set mouse dan keyboard untuk mengontrol perangkat yang berbeda.
Laptop ini juga memiliki aplikasi berbasis AI yang sangat canggih dan dapat menjadi asisten pribadi bagi penggunanya. Aplikasi tersebut adalah ASUS Copilot. Aplikasi ini dapat dijadikan teman dalam mengerjakan tugas karena memiliki kemampuan layaknya seorang manusia. Fitur AI lainnya yaitu AI Noise Canceling yang berfungsi untuk menjaga kualitas suara agar tetap jernih saat melakukan panggilan atau rapat online dengan cara meredam suara bising di latar belakang. Terdapat juga aplikasi System Diagnosis yang berfungsi dalam menjaga performa sistem agar tetap optimal. Jangan lupakan My ASUS yang menyediakan akses mudah untuk memelihara sistem dan menghubungi dukungan ASUS purna jual.

Pendingin Super
Sistem pendingin bagi sebuah laptop dengan performa tinggi bagaikan air untuk seorang atlet lari jarak jauh, sangat penting. Maka dari itu, sudah selayaknya laptop gahar ASUS Zenbook S14 OLED memiliki sistem pendingin super. Sistem pendingin ini tak hanya diperhatikan dari sisi hardware (fan) nya saja, melainkan juga desain dan aplikasi pendukungnya. Laptop ini dirancang dengan kerangka yang memungkinkan sistem pendingin dapat bekerja secara maksimal. Dimulai dari rancangan Geometri Grille Design di bagian paling atas, kemudian di bawahnya terdapat lapisan Bi-Layer Graphite Sheet, lalu disusul dual-fan di bagian kiri dan kanan. Di bawah fan terdapat Ultra-Slim Vapor Chamber, dan lapisan terakhir di isi oleh lapisan Bi-Layer Graphite Sheet lagi.
Jadi cara kerja desain pendingin tersebut sangat terstruktur, lapisan Bi-Layer Graphite Sheet di bagian paling atas dan paling bawah berfungsi untuk menyebarkan panas. Lapisan tersebut dibantu dengan Ultra-Slim Vapor Chamber yang juga akan menyebarkan panas secara maksimal dan menjaga kinerja prosesor. Setelah panas tersebar, maka suhunya tidak setinggi panas yang memusat. Dari sini, dual-fan akan bekerja dengan menyejukkan semua bagian laptop. Sedangkan lapisan Geometri Grille Design berfungsi sebagai ventilasi yang mengoptimalkan aliran udara. Selain rancangan tersebut, pengguna juga bisa mengatur kecepatan kipas sesuai kebutuhan, baik ketika menggunakan performa tinggi maupun agar suara kipas senyap ketika laptop dalam kondisi tidak bekerja keras. Pengaturan tersebut bisa dilakukan melalui Fan Profile.

Kerangka Kokoh
Selain cantik dan elegan bagaikan model dan cepat seperti seorang atlet, laptop ASUS Zenbook S14 OLED juga memiliki ketahanan yang luar biasa layaknya binaragawan. Sertifikasi MIL-STD 810H yang dimiliki oleh laptop ini membuatnya tetap kokoh sekalipun berada di lingkungan yang ekstrim. MIL-STD 810H sendiri merupakan singkatan dari Military Standard 810H, yaitu sebuah standar yang digunakan untuk menguji ketahanan dan keandalan peralatan terhadap berbagai kondisi tertentu seperti suhu tinggi, getaran, guncangan, benturan, dan sebagainya. Sertifikat ini dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan AS (DoD), Amerika Serikat. Sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan dan terjamin.
Ada beberapa pengujian ketahanan yang dilakukan, antara lain Vibration Test (pengujian perangkat terhadap getaran) hingga 2.000 Hz, Altitude Test (pengujian perangkat terhadap tekanan udara rendah) hingga 4.3 kPa dengan ketinggian 21.300 meter, High Temperature Test (pengujian perangkat terhadap suhu tinggi/panas) hingga 85 derajat celcius lebih, Low Temperature Test (pengujian terhadap suhu rendah/dingin) hingga -51 derajat celcius, dan Shock Test (pegujian perangkat terhadap benturan mendadak) hingga 75g. Semua pengujian tersebut sudah berhasil dilalui oleh laptop ini sehingga membuatnya kokoh dan tahan lama. Pengguna tidak perlu khawatir dengan kondisi laptop ketika dibawa kemana-mana.

Kenektivitas Lengkap
Meskipun desainnya tipis, ramping, dan ringan tetapi laptop ASUS Zenbook S14 OLED memiliki tingkat konektivitas yang tinggi. Bukan hanya konektivitas secara langsung melalui kabel tetapi juga melalui jaringan nirkabel. Konektivitas melalui jaringan nirkabel/wireless bisa dilakukan melalui Wi-Fi 7 (802.11be) dengan teknologi Triple Band 2×2 yang akan memberikan kecepatan super cepat dan stabil. Selain itu juga terdapat Bluetooth® 5.4 Wireless Card yang bisa meningkatkan konektivitas nirkabel dengan berbagai perangkat tambahan yang kompatibel. Pengiriman data menjadi mudah dan efisien melalui jaringan tanpa kabel kerena bisa dilakukan dari jarak jauh.
Selain menggunakan konektivitas nirkabel, pengguna juga bisa menggunakan konektivitas langsung melalui port yang ada di laptop ini, yaitu: 1 x USB 3.2 Gen 2 Type-A yang kecepatan datanya hingga 10Gbps, 2 x Thunderbolt™ 4 with support for display/power delivery (kecepatan data hingga 40Gbps), 1 x HDMI 2.1 TMDS, dan 1 x Combo Audio Jack 3.5mm. Semua konektivitas ini akan memudahkan pengguna dalam mengirim data maupun menghubungkan perangkat dengan peripheral lain yang kompatibel. Seperti contohnya mengirim data melalui USB menggunakan kabel data atau Flashdisk, menghubungkan perangkat dengan layar tambahan menggunakan HDMI, menyambungkan dengan speaker eksternal, dan sebagainya.

Baterai Monster
Baterai laptop ASUS Zenbook S14 OLED terdiri dari 4 sel lithium-ion yang disusun dengan rangkaian 2 seri dan 2 paralel yang dapat menjaga keseimbangan antara voltase dengan kapasitas. Masa pakainya bisa 1,2 kali lebih lama dibandingkan dengan baterai standar lainnya. Maksud dari masa pakai ini bukan jangka pendek dalam satu kali pengisian, tetapi beberapa tahun atau beberapa siklus pengisian sebelum kapasitas baterai mulai menurun secara signifikan. Maka dari itu, baterai ini bisa awet dan tahan lama hingga bertahun-tahun tanpa perlu khawatir baterai akan ‘hamil’.
Bukan hanya itu, pemakaian dalam sekali pengisian juga dapat bertahan hingga 27 jam 17 menit. Hal ini disebabkan kapasitas jumbo yang dimiliki, yaitu 75Wh. Kapasitas yang sangat besar untuk menunjang berbagai aktivitas seperti menyelesaikan pekerjaan kantor, mengedit video, membuat gambar ilustrasi, hingga menjalankan program AI. Semua itu bisa dilakukan dalam jangka waktu panjang dengan kapasitas baterai monster ini. Selain itu, terdapat juga teknologi fast charging yang akan membuat waktu pengisian terasa cepat. Bayangkan saja, dengan kapasitas sebesar itu, pengisian sebesar 60% hanya dilakukan dalam waktu 49 menit saja! Maka dari itu, pengguna tak perlu khawatir dengan sumber daya laptop ini karena di samping memiliki kapasitas luar biasa juga waktu pengisiannya cepat.

Audio Menggelegar
Audio yang menggelegar melalui konfigurasi empat speaker internal dengan didukung teknologi Smart AMP membuat laptop ini begitu nyaring. Seperti yang diketahui bahwa teknologi Smart AMP memungkinkan suara terdengar lebih lantang hingga 3,5 kali dibandingkan dengan sistem standar. Meskipun suaranya lantang tetapi tidak mengorbankan kejernihan dan tidak merusak komponen speaker. Di samping itu, penempatan speaker yang strategis mampu memberikan sensasi yang lebih imersif ketika menonton film, menciptakan efek surround, dan tetap terasa nyaman di telinga. Sistem audio seperti ini akan memberikan dimensi suara yang lebih dinamis dan terasa hidup, sehingga membuat ASUS Zenbook S14 OLED tidak sekadar digunakan sebagai alat kerja tetapi juga pusat hiburan portabel berkualitas tinggi.
Sistem audio tersebut disokong dengan teknologi berkualitas seperti Dolby Atmos, yaitu teknologi yang yang menciptakan efek suara terdengar dari segala arah, bahkan dari atas (surround effect). Efek ini akan membuat pengguna seolah-olah berada di tengah-tengah suara sehingga terasa begitu nyata. Apa lagi perangkat speaker yang digunakan berasal dari perusahaan Harman/Kardon yang sudah terbukti kualitasnya. Perusahaan ini berasal dari Amerika Serikat dan sudah membuat banyak perangkat speaker berkualitas dengan kelas dunia. Kelebihan perangkat dari Harman/Kardon antara lain suaranya jernih, tuning audio seimbang, terasa alami dan realistis, lebih imersif, desain yang minimalis dan modern, serta memberikan kualitas speaker premium.

Keamanan Maksimal
Laptop ASUS Zenbook S14 OLED memiliki sistem keamanan maksimal yang akan menjaga perangkat dari gangguan orang tak bertanggung jawab. Sistem pengamanan standar yang ada saat ini adalah menggunakan password untuk login. Namun, laptop ini berbeda, pengguna bisa login menggunakan PIN, sidik jari, dan wajah. Hal ini karena adanya Inframerah (IR) di dalam kamera, sehingga bisa mendeteksi wajah pengguna. Bahkan, pengguna juga bisa login menggunakan Bluetooth atau QR Code melalui ponsel dari jarak jauh. Selain itu juga terdapat Pluton Security yang tertanam di dalam prosesor untuk mencegah serangan terhadap perangkat keras, seperti pencurian data melalui akses fisik atau eksplorasi firmware. Fungsi dari Pluton Security sendiri antara lain untuk pelindung dari serangan fisik, mengganti sistem pelindung tradisional (TPM), menyimpan kunci kriptografi yang kuat dan aman, serta memperkuat pembaruan firmware.
Perlindungan lainnya terdapat pada fitur AI Sense Camera yang akan meredupkan layar monitor ketika wajah pengguna berpaling, sehingga data yang tampil di layar akan terlindungi. Bahkan, fitur ASUS Adaptive Lock akan mengunci layar secara otomatis bila pengguna pergi atau tidak berada di depan laptop. Fitur-fitur seperti ini jelas akan melindungi data dan privasi pengguna, serta mengurangi risiko pencurian atau penyalahgunaan data. Selain itu, terdapat juga fitur Live Update yang akan menjaga sistem dengan menerapkan pembaruan otomatis terhadap driver dan perangkat lainnya, sehingga versi yang digunakan adalah versi terbaru tanpa celah keamanan.


Pengujian ASUS Zenbook S14 OLED

Ada beberapa pengujian yang dilakukan pada laptop ASUS Zenbook S14 OLED yaitu 3DMark Graphics Benchmark, Cinebench 2024 CPU Benchmark, Cinebench R15 CPU Benchmark, Cinebench R23 CPU Benchmark, CrystalDiskMark 8 SSD Benchmark, UL Procyon Battery Life Benchmark (Silent Mode, Battery Saving, WiFi On and Connected, 50% Brightness), UL Procyon Computer Vision Benchmark, dan UL Procyon AI Image Generation Benchmark.
Pengujian pertama menggunakan 3DMark Graphics Benchmark yang merupakan tools pengujian kinerja grafis untuk mengukur kemampuan GPU. Pengujian ini dikembangkan oleh UL Solution yang mensimulasikan beban kerja grafis dengan meniru game modern untuk menghasilkan skor performa yang objektif. Semakin tinggi skor yang didapatkan, maka semakin baik kinerja GPU dalam menjalankan proses game 3D modern. Berikut ini hasil dari pengujian 3DMark Graphics Benchmark pada laptop ASUS Zenbook S14 OLED.

Pengujian selanjutnya menggunakan tools Cinebench CPU Benchmark. Ada tiga pengujian pada bagian ini, yaitu Cinebench 2024 CPU Benchmark (versi terbaru), Cinebench R23 CPU Benchmark (Versi tahun 2020), dan Cinebench R15 CPU Benchmark (versi tahun 2013). Cinebench sendiri merupakan tools benchmark sintesis yang digunakan untuk mengukur kemampuan CPU dan GPU dengan mensimulasikan rendering adegan 3D fotorealistik seperti produksi animasi profesional. Semakin tinggi skor yang didapatkan maka semakin cepat CPU dalam menyelesaikan rendering atau performanya semakin baik untuk menjalankan 3D rendering, animasi, editing video, dan simulasi CPU multi-core. Berikut ini hasil dari pengujian Cinebench CPU Benchmark laptop ASUS Zenbook S14 OLED.



Ada lagi pengujian yang tak kalah pentingnya, yaitu menggunakan CrystalDiskMark 8 SSD Benchmark. CrystalDiskMark 8 adalah tools pengujian performa storage berbasis Windows yang mengukur kecepatan Baca (Read) dan Tulis (Write) dari media penyimpanan seperti HDD, SSD, dan sebagainya. Pengujian ini mensimulasikan berbagai jenis beban kerja pada media penyimpanan seperti sequential (SEQ), random (RND), dan multithread agar bisa menilai performa media penyimpanan itu sendiri. Semakin tinggi skor yang didapatkan berarti media penyimpanan semakin cepat dan responsif untuk melakukan Baca dan Tulis.

Berikutnya adalah pengujian baterai menggunakan UL Procyon Battery Life Benchmark dari UL Solutions. Tools ini digunakan untuk mengukur seberapa lama baterai dapat bertahan dalam skenario tertentu. Dalam hal ini, skenario yang diujikan yaitu Silent Mode, Battery Saving, WiFi On and Connected, 50% Brightness. Semakin tinggi skor yang muncul maka semakin tahan lama baterai yang diuji. Skor yang muncul menunjukkan seberapa lama baterai dapat bertahan dalam hitungan jam. Berikut ini hasil dari pengujian laptop ASUS Zenbook S14 OLED menggunakan UL Procyon Battery Life Benchmark.

Pengujian juga dilakukan menggunakan tools UL Procyon Computer Vision Benchmark yang digunakan untuk mengukur performa eksekusi AI on-device, khususnya tugas pemrosesan Computer Vision seperti deteksi objek dan klasifikasi gambar. Ada tiga perangkat yang diuji yaitu CPU, NPU, dan GPU. Semakin tinggi skor yang diperoleh maka semakin baik perangkat yang diuji untuk menjalankan proses berbasis AI. Berikut hasil dari pengujiannya.

Pengujian terakhir dilakukan menggunakan tools UL Procyon AI Image Generation Benchmark untuk mengukur performa CPU, NPU, dan GPU dalam menjalankan proses text-to-image. Pengujian ini akan memberikan beban kerja standar yang mudah, akurat, dan konsisten untuk mengukur kemampuan AI generatif khususnya dalam model Stable Diffusion. Semakin tinggi skor yang didapatkan maka semakin baik performa dari perangkat yang diuji untuk menjalankan proses AI berupa text-to-image. Berikut ini hasil pengujian dari laptop ASUS Zenbook S14 OLED.

Berdasarkan hasil dari semua pengujian di atas dapat disimpulkan bahwa laptop ASUS Zenbook S14 OLED sangat cocok untuk digunakan oleh orang-orang yang gemar menggunakan AI. Sebab hasil pengujian benchmark untuk memproses AI sangat baik. Selain itu, laptop ini juga memiliki grafis yang cukup baik untuk memproses game 3D modern, editing gambar, dan rendering video, sangat cocok untuk gammer, konten kreator dan pekerja kreatif lainnya, serta untuk pekerja dengan aktivitas yang sangat tinggi. Bisa dikatakan bahwa laptop ASUS Zenbook S14 OLED masuk ke dalam laptop kelas atas dan menjadi pilihan utama bagi semua kalangan.

Kesimpulan
Sebelum mengenal AI, aku cukup kesulitan dalam melakukan beberapa aktivitas. Salah satu contohnya ketika aku sedang membuat alat untuk tujuan skripsi. Saat itu aku kesulitan karena harus menulis script dan menganalisa error dari script tersebut. Aku sampai jatuh sakit karena memikirkan hal tersebut sehingga banyak pekerjaan yang tertunda. Alih-alih mempercepat waktu, aku justru mengulur waktu. Beruntung, pada akhirnya aku lulus.
Setelah beberapa tahun berlalu, aku berkenalan dengan AI yang mengubah rutinitas pekerjaanku menjadi lebih mudah. Semenjak kehadiran AI, aku bisa lebih produktif dengan menyelesaikan pekerjaan dalam waktu cepat. Seperti contohnya aku bisa membangun aplikasi dalam waktu singkat, merancang gambar ilustrasi, mengembangkan ide cerita, menciptakan lagu, hingga membuat video.
Saat ini AI sudah membantu aku dalam menyelesaikan banyak pekerjaan. Maka dari itu, aku membutuhkan laptop mumpuni yang mampu menjalankan aplikasi berbasis AI dengan maksimal. Untungnya, aku menemukan laptop ASUS Zenbook S14 OLED. Laptop ini memiliki banyak kelebihan seperti desain yang menawan, performa mumpuni, display menakjubkan, terdapat aplikasi pendukung, pendingin super, kerangka kokoh, konektivitas lengkap, baterai monster, audio menggelegar, dan sistem keamanan yang maksimal.
Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, aku yakin laptop ASUS Zenbook S14 OLED bisa membuat semua pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat. Sebab laptop ini sudah didukung dengan CPU dan NPU berkecepatan tinggi yang mampu melakukan operasi sebanyak 47 triliyun dalam satu detik serta GPU kelas atas yang sangat baik. Sungguh luar biasa! Kemampuan tersebut tentu akan membuatku merasa nyaman ketika menjalankan program AI, bahkan dalam jumlah data yang besar. Semoga suatu hari nanti aku bisa memiliki laptop ini. Aamiin.
Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog ASUS 45+ TOPS Advanced AI Laptop yang diadakan oleh Travelerien.







