Aku merupakan seorang pemuda berusia 27 tahun. Saat ini aku sudah memiliki istri yang sedang mengandung. Pada suatu pagi yang cerah, tiba-tiba istriku ingin berbicara serius. Aku mengira ada hal buruk yang terjadi, tetapi ternyata bukan. Istriku hanya ingin menyuruh aku untuk berinvestasi. Pikirnya, daripada sisa uang bulanan ditabung semua, lebih baik diinvestasikan sebagian. Sebab dengan berinvestasi maka uang tersebut bisa berkembang. Begitulah saran dari istriku, seorang lulusan sarjana ekonomi yang telah mencerahkan pemikiranku tentang uang tabungan.

Belajar Investasi yang Aman

Berdasarkan saran dari istriku, akhirnya aku memutuskan untuk membagi sisa uang bulanan. Dimana sebagian sisa uang bulanan akan aku tabungkan dan sisanya akan aku tanam sebagai investasi. Sebab menurut istriku, investasi juga sangat penting untuk masa depan. Apalagi sebentar lagi kami akan menyambut kedatangan si buah hati, oleh karenanya kami harus benar-benar mempersiapkan uang untuk hal tersebut.

Istriku mengibaratkan investasi sebagai pupuk yang mampu menumbuhkan pohon besar dengan buah yang manis, dan kita sebagai investor adalah petani yang akan memetik buah manis tersebut.

Penjelasan yang dikemukakan oleh istriku tentang investasi, akhirnya mengubah pemikiranku tentang uang. Dulu, aku sering diajarkan oleh orang tua untuk berhemat dan menabung sebagai bekal masa depan. Maka dari itu, hingga aku dewasa, aku selalu menaruh semua uang sisa bulanan di tabungan. Aku tidak sadar bahwa ada alternatif lain yang lebih baik untuk mengelola keuangan, yaitu dengan berinvestasi. Bayangkan saja, berapa keuntungan yang bisa aku dapatkan dari menabung dan berinvestasi, pasti sangat banyak!

Menabung dan Berinvestasi

Jujur saja, sebenarnya aku merupakan orang awam di dunia investasi. Sehingga harus mencari referensi dari berbagai sumber agar tidak mengalami kerugian. Setelah belajar sedikit tentang investasi, aku menemukan fakta bahwa dunia investasi sangat luas. Dulu aku mengira bahwa investasi hanya menanam modal saja, lalu tunggu hasilnya. Ternyata tidak demikian. Ada banyak hal yang harus aku pelajari dan pertimbangkan dalam berinvestasi, sebab salah melangkah berarti rugi.

Dalam proses belajar dan mencari informasi seputar investasi, aku menemukan tips investasi yang aman. Menurut website resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ada enam tips investasi secara aman, yaitu:

  1. Kenali profit investasi diri.
    Poin ini menitikberatkan pada tujuan seseorang dalam berinvestasi. Ada beberapa parameter yang digunakan, antara lain lamanya investasi, penerimaan risiko, dan sebagainya. Dimana setiap orang pasti memiliki tujuan yang berbeda-beda. Maka dari itu, kenali tujuan investasi diri sendiri.
  2. Pilih jenis dan produk sesuai kebutuhan.
    Hal ini sangat penting, sebab setelah mengenali profit investasi diri, seseorang harus bisa memilih jenis dan produk investasi yang cocok untuk dirinya. Pemilihan jenis dan produk investasi yang tepat akan berdampak baik terhadap keberlangsungan investasi yang akan dijalani.
  3. Perhatikan aspek legalitasnya.
    Seseorang yang sudah memilih jenis dan produk investasi akan membeli produk investasi sesuai pilihannya, pastikan bahwa lembaga yang menjual atau menawarkan produk investasi tersebut sudah memiliki izin usaha yang sesuai dengan bidang usahanya.
  4. Pahami siapa regulatornya.
    Sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk investasi, pahami dulu siapa regulatornya. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga jika sesuatu yang buruk terjadi di masa mendatang. Sehingga ada yang bertanggung jawab untuk menyelesaikannya.
  5. Memahami ketentuan produk investasi.
    Ini merupakan hal wajib bagi siapa pun yang ingin berinvestasi. Sebab dengan memahami ketentuan dari produk investasi yang dipilih akan mengurangi risiko kerugian atau merasa ditipu oleh regulator terkait. Jadi, pastikan sudah memahami ketentuan dari produk investasi yang dipilih sebelum membelinya.
  6. Bagaimana jika masih ragu dengan investasi yang ditawarkan?
    Jika seseorang masih ragu atau bingung terhadap suatu tawaran investasi, maka orang tersebut dapat menghubungi pihak terpercaya untuk menanyakan investasi yang ditawarkan kepadanya. Ada beberapa pihak terpercaya yang bisa dihubungi, yaitu:
    – Otoritas Jasa Keuangan (Telp: 1500-655)
    – Kementerian Perdagangan (Telp: 021 3858 171)
    – Badan Koordinasi Penanaman Modal (Telp: 021 5252 008)
    – Kementerian Koperasi dan UKM (Telp: 021 520 436672)
    – Kementerian Komunikasi dan Informasi (Telp: 021 3452 841)

Setelah memahami tips investasi aman dari OJK, aku mulai tercerahkan. Aku merasa sudah memiliki bekal yang cukup untuk mulai berinvestasi. Oleh sebab itu, aku segera melakukan action.

Memilih Jenis Investasi

Hal pertama yang harus aku lakukan dalam berinvestasi adalah memilih jenis investasi yang cocok. Masalahnya, ada banyak jenis investasi yang bisa dipilih dan aku sangat awam di semua jenis investasi tersebut. Jujur saja, pada tahap ini aku sudah bingung harus memilih jenis investasi yang mana. Padahal sebelumnya aku merasa sudah memiliki pengetahuan yang cukup tentang investasi. Sekali lagi, ternyata dunia investasi sangat luas.

Jika dilihat dari jangka waktunya, investasi dibagi kedalam dua macam, yaitu Investasi Jangka Pendek dan Investasi Jangka Panjang.

  • Investasi Jangka Pendek.
    Seseorang yang ingin mendapat profit dengan cepat, bisa memilih jenis investasi jangka pendek. Sebab investasi jenis ini pada umumnya bisa menghasilkan atau dikonversikan menjadi uang dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun. Ada beberapa contoh jenis investasi jangka pendek, antara lain Deposito dan Reksa Dana.
  • Investasi Jangka Panjang.
    Investasi jenis ini baru bisa menghasilkan dalam kurun waktu yang relatif lebih lama, biasanya di atas tiga tahun. Investasi jenis ini sangat cocok untuk seseorang yang benar-benar fokus berinvestasi dan tidak memiliki kebutuhan lain terhadap uang yang diinvestasikannya. Contoh dari investasi jangka panjang antara lain investasi Properti dan Emas.
Jenis Investasi

Pemilihan jenis investasi bukan hanya dari jangka waktunya saja, tetapi juga bentuknya. Setidaknya ada tujuh jenis investasi yang bisa dipilih, yaitu sebagai berikut.

Obligasi

Obligasi merupakan surat utang yang bisa diperjualbelikan dalam jangka waktu menengah maupun jangka waktu panjang atau bisa juga diartikan sebagai pinjaman dari investor kepada lembaga pemerintah maupun perusahaan. Proses pembelian surat utang ini disertai dengan perjanjian untuk membayarkan pokok utang dan bunganya pada waktu yang telah ditentukan. Sementara itu, pengertian Obligasi atau surat utang juga sudah tertuang di dalam UU No. 24 Tahun 2022 yang berbunyi:

Surat Utang Negara adalah surat berharga yang berupa surat pengakuan utang dalam mata uang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia sesuai dengan masa berlakunya.

Reksa Dana

Jenis investasi Reksa Dana dapat diartikan sebagai wadah yang menampung dana dari para investor untuk selanjutnya dikelola oleh badan hukum bernama Manajer Investasi. Dana dari para investor tersebut akan diinvestasikan ke berbagai jenis investasi seperti obligasi, saham, dan sebagainya. Manajer Investasi berperan besar karena harus memilih jenis investasi yang bisa mendatangkan banyak keuntungan dan minim risiko.

Secara garis besar, Reksa Dana dibagi menjadi dua kategori, yaitu Reksa Dana Terbuka dan Reksa Dana Tertutup. Dimana secara keseluruhan bentuk hukum Reksa Dana dapat berupa Kontrak Investasi Kolektif (KIK) atau Perseroan. Saat ini, Bentuk dan kategori Reksa Dana yang paling banyak berkembang di Indonesia adalah Reksa Dana berbentuk hukum Kontrak Investasi Kolektif (KIK) dan bersifat Terbuka.

Deposito

Pada dasarnya Deposito hampir sama dengan tabungan di bank, bedanya adalah besaran bunga dan terdapat jangka waktu penarikan uang yang telah ditentukan. Jadi, para investor tidak bisa mengambil modal beserta bunganya sebelum waktu yang telah ditentukan. Setiap bank memiliki suku bunga yang berbeda-beda, maka dari itu seorang investor harus memilih bank yang akan mendatangkan keuntungan lebih besar.

Seringnya, bank akan menawarkan pilihan jangka waktu (tenor) selama 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan atau 12 bulan. Besaran bunga yang akan didapatkan tergantung dari tenor yang dipilih. Biasanya suku bunga Deposito rata-rata bank umum untuk satu bulan sebesar 7.60%, tiga bulan sebesar 8.33%, enam bulan sebesar 8.61%, dan dua belas bulan sebesar 8.91%. Perhatikan tingkat suku bunga Deposito yang berlaku dan pastikan sudah memenuhi ketentuan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Properti

Investasi Properti merupakan jenis investasi barang fisik. Investasi ini bisa dilakukan dengan melalui beberapa cara seperti membeli tanah lalu membangun perumahan di atas tanah tersebut. Dengan begitu, investor bisa mendapatkan Return of Investment (ROI) dari hasil sewa, penjualan, maupun keduanya. Investasi Properti bisa dilakukan oleh sekelompok investor, korporasi, atau perorangan.

Keunggulan dari jenis investasi ini antara lain nilainya yang stabil meskipun dalam waktu panjang, sebab kebutuhan akan hunian selalu dibutuhkan setiap waktu. Apalagi jika perumahan yang dibangun berada pada lokasi strategis seperti di dekat rumah sakit, pinto tol, pusat perbelanjaan, atau fasilitas publik lainnya, tentu saja harganya akan sangat mahal. Investor yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu panjang, bisa memilih jenis investasi ini.

Emas

Sama seperti investasi Properti, investasi Emas juga berbentuk barang fisik. Caranya sangat sederhana, investor hanya perlu membeli emas kemudian disimpan. Jika harga emas naik, maka investor bisa menjualnya. Bagi sebagian investor, jenis investasi ini merupakan investasi yang paling menguntungkan karena nilainya terus naik. Maka dari itu, ada banyak investor yang memilih jenis investasi ini.

Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam berinvestasi emas, antara lain dengan membeli emas perhiasan, emas batangan atau logam mulia, dan tabungan emas. Silakan bisa pilih sesuai kebutuhan dan kemampuan. Ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan oleh para investor bila memilih investasi emas, yaitu: memiliki tingkat likuiditas yang tinggi, tidak tergerus inflasi, perawatan yang mudah, dan modal yang relatif kecil.

Cryptocurrency

Beberapa waktu belakangan, jenis investasi Cryptocurrency (mata uang kripto) menjadi sangat populer. Meskipun mata uang ini tidak memiliki bentuk fisik, tetapi banyak orang yang tergiur untuk berinvestasi. Mungkin karena cara berinvestasinya terlihat mudah, yaitu: Membeli mata uang yang harganya murah untuk dijual kembali ketika harganya naik. Padahal, kenyataannya tidak semudah itu. Seseorang yang berinvestasi mata uang kripto harus bisa memprediksi harga mata uang tersebut di masa yang akan datang agar tidak mengalami kerugian.

Ada beberapa mata uang kripto yang bisa dijadikan sebagai investasi, antara lain Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), Theter (USDT), Compound (COMP), Chinlink (LINK), Synthetix (SNX), Yearn.finance (YFI), Uniswap (UNI), Maker (MKR), AAVE, SushiSwap (SUSHI), The Graph (GRT), REN, Balancer (BAL), Curve Finance (CRV), dan sebagainya. Namun, mata uang kripto yang menjadi primadona tetaplah Bitcoin (BTC).

Saham

Saham merupakan tanda penyertaan modal dari seseorang kepada sebuah perusahaan. Seseorang yang sudah menyertakan modal kepada perusahaan, berhak memiliki klaim atas aset perusahaan, pendapatan perusahaan, dan bahkan berhak untuk mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Keuntungan berinvestasi Saham adalah mendapatkan persentase profit perusahaan secara proporsional sesuai modal yang ditanam.

Berinvestasi saham bisa sangat menguntungkan apabila seseorang sudah menguasai analisis pergerakan harga saham. Sebab dengan menganalisis pergerakan harga saham, orang tersebut bisa memprediksi harga saham di masa yang akan datang sehingga dapat menentukan langkah terbaik. Keuntungan dari investasi saham yaitu bisa mendapatkan Dividen (pembagian laba) dan Capital Gain (menjual saham dengan harga yang lebih tinggi).

Alasan Memilih Investasi Saham

Musabab bingung karena banyaknya pilihan investasi, maka dari itu, aku mulai belajar tentang dasar-dasar investasi. Beberapa buku sempat aku baca, tetapi pada akhirnya aku tidak mengerti dengan istilah-istilah yang ada. Mungkin karena tidak ada basic di bidang ekonomi atau bisnis, maka dari itu aku merasa kesulitan untuk memahami investasi secara fundamental.

Disaat kepala mulai pusing karena terlalu sulit mempelajari investasi, istriku datang. Untungnya, istriku memiliki latar belakang pendidikan di bidang ekonomi sehingga bisa menjelaskan istilah-istilah investasi yang rumit dengan cara sederhana. Sedikit demi sedikit, akhirnya aku mulai memahami tentang jenis investasi yang ada. Ternyata, semua jenis investasi memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Aku pun semakin bingung harus pilih jenis investasi yang mana. Namun, setelah berkali-kali membaca buku tentang investasi dan menerima berbagai saran dari istriku, akhirnya aku memutuskan untuk berinvestasi saham.

Alasan Memilih Investasi Saham

Mengapa aku memilih jenis investasi saham? Sebab investasi saham memiliki keunggulan yang cukup banyak, antara lain sebagai berikut.

Mudah Dipantau

Grafik saham akan menampilkan harga saham dalam kurun waktu harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Grafik saham akan membuat pola tertentu yang bisa dianalisis untuk mendapatkan gambaran harga saham di masa depan (prediksi). Maka dari itu, memahami grafik saham sangat penting agar kita bisa menentukan langkah yang terbaik. Nah, untuk memantau grafik saham ini sangat mudah. Sebab sudah banyak aplikasi yang menyajikan grafik saham dengan detail, bahkan bisa dilihat melalui smartphone. Begitu juga dengan saham yang kita miliki, cukup melihat di aplikasi smartphone, maka kita bisa memantaunya kapan pun dan dimana pun.

Transaksi Mudah

Proses jual beli saham bisa dilakukan dengan mudah melalui aplikasi investasi saham yang diinstal pada smartphone. Ya, hanya dengan smartphone, kita bisa melakukan transaksi jual-beli saham dengan mudah. Inilah salah satu alasan mengapa investasi saham banyak diminati. Apalagi terdapat pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sarana untuk mempertemukan pembeli dan penjual saham, sehingga proses jual-beli dapat diawasi. Pihak yang dimaksud adalah Bursa Efek Indonesia yang berada di bawah naungan hukum PT. Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dividen

Investasi saham akan menghasilkan dividen untuk para investor. Dividen sendiri merupakan pembagian laba bersih perusahaan untuk para pemegang saham berdasarkan jumlah saham yang dimiliki. Besaran dividen yang akan dibagikan kepada pemilik saham diusulkan oleh dewan direksi perusahaan dan disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Biasanya pembagian dividen dilakukan setahun sekali atau setahun dua kali, tetapi ada juga perusahaan yang tidak membagikan dividen karena keuntungan perusahaan akan digunakan untuk modal usaha.

Capital Gain

Selain mendapat keuntungan dari dividen, investor juga mendapatkan keuntungan dari Capital Gain. Capital Gain merupakan keuntungan yang didapatkan oleh investor dari penjualan saham miliknya dengan harga yang lebih mahal dari harga beli saham tersebut. Artinya, Capital Gain merupakan selisih antara harga jual dikurangi harga beli. Contohnya, seorang investor membeli saham dengan harga Rp. 3.000 per lembar. Beberapa waktu kemudian, investor tersebut menjual saham miliknya dengan harga Rp. 4.000 per lembar. Nah, Capital Gain yang diperoleh investor tersebut adalah Rp. 1.000 per lembar.

Fleksibel

Berinvestasi saham dapat dilakukan dimana pun karena proses jual-belinya bisa melalui smartphone. Bahkan, investasi saham bisa dilakukan oleh siapa pun karena hampir semua orang memiliki smartphone juga. Hanya dengan menginstal aplikasi investasi saham, semua orang bisa menjadi investor dan mendapatkan keuntungan berupa dividen atau capital gain. Sifat fleksibel seperti ini tentu saja merupakan salah satu keunggulan dari berinvestasi saham, sebab sangat cocok untuk orang yang memiliki mobilitas tinggi tetapi masih ingin mendapatkan keuntungan dari berinvestasi.

Langkah Awal untuk Berinvestasi Saham

Setelah memutuskan untuk berinvestasi saham, aku segera melakukan tindakan atau langkah awal untuk memulai investasi saham. Menurut beberapa buku yang aku baca, ada banyak cara dan metode yang harus dilakukan untuk memulai investasi saham, tetapi itu sangat kompleks dan membingungkan. Maka dari itu, aku mencoba merangkumnya sendiri agar bisa diterapkan olehku dengan mudah, yaitu sebagai berikut.

Siapkan Modal yang Cukup

Sebelum berinvestasi saham, aku harus memiliki modal terlebih dahulu. Modal yang harus aku miliki adalah uang agar bisa gunakan untuk membeli saham dari sebuah perusahaan. Nah, untuk mendapatkan modal ini, aku harus mengumpulkannya. Aku menggunakan sebagian uang tabungan untuk dijadikan sebagai modal berinvestasi. Ya, walaupun tak seberapa, tetapi jika dikumpulkan secara rutin maka akan menjadi modal yang cukup besar. Saat ini modal yang aku miliki memang tidak besar, tetapi sudah cukup untuk membeli saham. Sedikit-sedikit saja dulu.

Memahami Analisis Teknikal dan Fundamental

Setelah mendapatkan modal, sebenarnya aku bisa langsung mulai berinvestasi saham, tetapi itu sangat berisiko. Mengapa demikian? Sebab aku belum memahami analisis pergerakan harga saham secara teknikal dan fundamental. Menganalisis pergerakan saham secara teknikal dan fundamental sangat penting karena hasil analisis tersebut dapat digunakan untuk menentukan langkah ke depan dalam berinvestasi saham (prediksi). Jika harga saham yang dimiliki diprediksi akan turun, maka langkah terbaik adalah menjual saham tersebut. Sebaliknya, jika di masa depan saham yang dimiliki mengalami kenaikan, maka pertahankan saham tersebut agar mendapatkan keuntungan yang besar.

Menentukan Waktu untuk Membeli Saham

Salah satu keuntungan dari mempelajari analisis teknikal dan fundamental saham adalah dapat menentukan waktu untuk membeli saham. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan ketika ingin membeli saham, yaitu profil perusahaan, tingkat likuiditas perusahaan, fluktuasi di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), tren pasar, laba untuk investor atau Return of Equity (ROE), sales atau penjualan, dan Earning per Share (EPS). Setidaknya ada tiga cara untuk menentukan waktu pembelian saham, antara lain:

  1. Buy on Weakness, yaitu membeli saham ketika harganya turun dan berada pada level yang aman untuk dibeli.
  2. Buy if/on Breakout, yaitu membeli saham ketika harganya menembus level tertentu atau naik menembus level tertingginya.
  3. Buy on Retracement, yaitu membeli saham ketika harganya menembus harga bawah karena biasanya saham yang breakout akan mengalami kenaikan yang tinggi.

Menentukan Waktu untuk Menjual Saham

Selain menentukan waktu untuk membeli saham, aku juga harus bisa menentukan waktu yang tepat untuk menjual saham. Tentu saja waktu yang tepat untuk menjual saham adalah ketika harganya naik dan berada di puncak tertinggi atau biasa disebut sebagai profit taking. Meskipun demikian, masalahnya adalah harga saham tidak selalu naik. Ada kalanya harga saham yang aku miliki terus mengalami penurunan. Jika hal tersebut terjadi, sudah dipastikan aku akan mengalami kerugian (Cut Loss). Nah, disaat inilah aku harus bisa menentukan waktu yang tepat untuk menjual saham agar meminimalisir kerugian.

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menentukan waktu Cut Loss, yaitu dengan menganalisis harga secara teknikal dan fundamental. Kedua cara tersebut bisa dipilih sesuai kedudukanku, apakah sebagai trader atau investor. Jika aku seorang trader, maka cara yang digunakan untuk menganalisis harga saham agar bisa menentukan waktu Cut Loss yang tepat adalah dengan menggunakan analisis teknikal. Sedangkan jika aku merupakan seorang investor, maka untuk menentukan waktu Cut Loss yang tepat adalah dengan mengamati perubahan fundamental yang bisa dilihat dari kinerja perusahaan. Salah satu indikatornya yaitu adanya berita buruk tentang perusahaan atau terjadi penurunan IHSG.

Memilih Aplikasi Investasi Saham Terbaik

Setelah memiliki modal, memahami analisis teknikal dan fundamental, serta bisa menentukan waktu yang tepat untuk menjual dan membeli saham, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan untuk memulai investasi saham adalah memilih aplikasi investasi saham terbaik sebagai teman berinvestasi.

Proses pemilihan aplikasi investasi yang aku lakukan tidak sembarangan, sebab aku harus riset dan melihat testimoni dari pengguna aplikasi investasi. Dititik ini, lagi-lagi aku merasa bingung karena setiap aplikasi memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Namun, ada satu aplikasi investasi saham yang membuat aku tertarik. Aplikasi investasi saham tersebut bernama Stockbit. Setelah aku cari tahu lebih dalam tentang aplikasi ini, ternyata aku semakin tertarik. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk menjadikan Stockbit sebagai teman investasi saham.

Stockbit sebagai Teman Investasi Saham

Awalnya Stockbit dinaungi oleh PT. Mahakarya Artha Sekuritas yang didirikan pada tahun 1990. Perusahaan tersebut sudah terdaftar di OJK dengan nomor izin KEP-132/PM/1992. PT. Mahakarya Artha Sekuritas memiliki komitmen untuk membantu perekonomian nasional dengan cara meningkatkan jumlah investor di Indonesia.

Teman Investasi Stockbit

Setelah tiga puluh satu tahun menjalankan komitmen yang mulia tersebut, pada Desember 2021, PT. Mahakarya Artha Sekuritas diakuisisi dan berganti nama menjadi PT. Stockbit Sekuritas Digital. Walaupun sudah berganti nama, namun perusahaan ini terus menjalankan komitmennya. Bahkan dengan pengalamannya itu, PT. Stockbit Sekuritas Digital selalu membuat inovasi agar menciptakan suatu ruang investasi yang mudah, aman, dan terpercaya.

Melalui aplikasi investasi sosial Stockbit investor dapat berdiskusi sekaligus melakukan transaksi saham secara daring. Pembukaan akun rekening sekuritas juga dapat dilakukan melalui aplikasi Stockbit yang dapat diunduh melalui Playstore dan Appstore.

Stockbit

Dengan pengalaman yang mumpuni, membuat Stockbit menjadi perusahaan efek pilihan masyarakat Indonesia. Sebab Stockbit menyediakan berbagai kemudahan untuk para pengguna dalam setiap prosesnya. Seperti contohnya pembuatan rekening yang dapat diproses secara digital tanpa perlu mengirim dokumen fisik. Untuk mendaftar akun di Stockbit juga tidak memiliki minimum deposit, apalagi potongan biaya komisinya sangat rendah, yaitu Fee Beli 0.10% dan Fee Jual 0.20%. Biaya tersebut sudah termasuk biaya broker, biaya levy (BEI, KPEI, KSEI) 0.043%, PPN biaya broker 11%, dan PPh final untuk transaksi jual 0.1%.

Fitur Stockbit

Alasan Stockbit menjadi pilihan juga karena didukung oleh fitur yang lengkap. Ada dua versi aplikasi stockbit yang tersedia yaitu versi Free dan Pro. Pada dasarnya kedua versi tersebut sama, yang membedakan hanyalah tools/fitur dari versi Pro lebih lengkap. Fitur lengkap tersebut akan memudahkan setiap proses yang dilakukan oleh investor, sehingga membuat investor menjadi nyaman ketika menggunakan Stockbit.

Fitur Stockbit Pro

Berikut ini fitur-fitur yang disediakan oleh Stockbit untuk memanjakan para penggunanya.

1. Financials

  • Periode Laporan.
    Pengguna bisa melihat laporan keuangan berdasarkan periode waktu tertentu yang bisa dipilih. Silakan pilih periode laporan keuangan yang telah disediakan oleh Stockbit, yaitu per kuartal (Quarterly), per tahun (Annual), selama dua belas bulan kebelakang (TTM), Interim Year-To-Date (YTD), dan grafik pertumbuhan (Growth).
  • Pertumbuhan Perusahaan.
    Fitur ini dapat menampilkan laporan keuangan perusahaan pada setiap akun seperti laba kotor, laba usaha, laba sebelum pajak, dan sebagainya sesuai dengan periode waktu yang telah dipilih. Selain itu, Stockbit juga menyajikan data pertumbuhan seperti QoQ, Quarter YoY, YTD YoY, Annual YoY, hingga 3 Year CAGR.
  • Drag and Drop.
    Terdapat fitur yang bisa digunakan oleh pengguna untuk membandingkan side by side sesuai periode yang diinginkan hanya dengan drag and drop. Stockbit juga menyediakan kemudahan untuk pengguna agar bisa mengatur susunan periode laporan keuangannya sendiri sesuai dengan kebutuhan.
  • Grafik Tren.
    Penggunaan angka-angka yang monoton biasanya akan membuat pengguna menjadi bosan, maka dari itu, Stockbit menyediakan grafik dari tren akun di laporan keuangan. Tampilan grafik yang dapat dilihat akan memudahkan pengguna dalam mempelajari laporan keuangan dan perkembangan perusahaan secara mudah.
  • Marjin Perusahaan.
    Stockbit menyediakan fitur untuk melihat marjin perusahaan dari tahun ke tahun, sehingga pengguna bisa memantau perkembangan perusahaan. Marjin yang dapat dipantau tersebut meliputi marjin laba bersih (Net Profit Margin), marjin usaha (Operating Profit Margin), margin laba kotor (Gross Profit Margin), dan sebagainya.
  • IDR atau USD.
    Terkadang ada perusahaan yang menampilkan laporan keuangan dengan menggunakan mata uang USD, hal ini tentu membuat bingung pengguna karena harus mengubahnya ke bentuk IDR (rupiah) terlebih dahulu. Hal tersebut tidak akan menjadi masalah bagi pengguna Stockbit, sebab terdapat fitur untuk mengubah mata uang dari IDR ke USD atau sebaliknya.

2. Keystats

  • Valuasi Perusahaan.
    Pengguna bisa mempelajari data valuasi perusahaan guna mengetahui perusahaan tersebut tergolong undervalued atau overvalued. Data valuasi yang dapat dilihat oleh pengguna antara lain Current PE Ratio, IHSG PE Ratio TTM, Earnings Yield, Current Price to Sales, Current Price to Book Value, EV to EBIT, PEG Ratio (Current, 3Yr & Forward).
  • Arus Kas.
    Pantau terus Capital Expenditure & Free Cash Flow, Cash Flow From Investing & Cash Flow From Financing, serta Cash Flow From Operating untuk memahami solvabilitas, likuiditas, dan fleksibilitas yang sedang terjadi pada perusahaan. Sehingga pengguna bisa mempelajari perkembangan keuangan perusahaan dengan mudah.
  • Level Hutang.
    Fitur ini bisa digunakan untuk mengetahui kesehatan keuangan perusahaan dengan melihat level hutang berdasarkan rasio-rasio Solvency seperti Free Cash Flow (Quarter), Interest Coverage, Financial Leverage, Total Debt to Total Asset, Total Liabilities to Equity, LT Debt to Equity, Debt to Equity Ratio, Quick Ratio, Current Ratio, dan Altman Z-Score.
  • Dividen.
    Informasi tentang dividen atau pembagian hasil, dapat dilihat dengan mudah melalui Stockbit pada fitur ini. Pengguna bisa melihat jumlah dividen per share yang dibagikan, kapan ex date pembagian dividen terakhir, besaran dividen yield, dan payout ratio. Selain itu, melalui fitur ini pengguna juga bisa melihat data terkait Stock Split dan Stock Bonus.

3. Fundachart

  • PE Standard Deviation Band.
    Fitur yang ditawarkan oleh Stockbit sangat lengkap, termasuk untuk melihat dan mempelajari tren saham. Terdapat tools PE Standard Deviation Band yang bisa digunakan untuk mengetahui harga saham, apakah sudah murah atau mahal berdasarkan riwayat PE Ratio. Tools ini sering digunakan oleh institusi untuk melihat valuasi saham.
  • PE Price Band.
    Selain bisa melihat harga saham sudah mahal atau murah, terdapat juga fitur untuk melihat dan mempelajari trend harga saham berdasarkan pola historisnya. Dengan kata lain, pengguna dapat memprediksi koreksi harga yang akan terjadi pada saham tersebut di masa depan. Jelas, tools ini akan sangat berguna bagi para investor.
  • PBV Standard Deviation Band.
    Tools PBV Standard Deviation Band juga dapat digunakan untuk mengetahui valuasi saham selain kedua tools di atas. Pengguna dapat melihat perbandingan harga saham suatu perusahaan dengan nilai buku perusahaan tersebut. Jika PBV nya semakin rendah, maka saham tersebut semakin murah dihargai pasar.

4. Chartbit

  • 15 Tahun Price History.
    Dalam memprediksi harga saham, investor akan menganalisis pergerakan grafik harga saham di minggu, bulan, bahkan tahun sebelumnya. Stockbit menyediakan tools yang bisa melihat harga saham hingga 15 tahun kebelakang untuk menganalisis tren jangka panjang.
  • Bandarmologi.
    Pada investasi saham terdapat bandar yang merupakan pihak dengan modal yang sangat besar. Biasanya, prediksi bandar terhadap tren saham sangat tepat. Maka dari itu, tanamlah saham seperti bandar tersebut dengan menggunakan indikator bandarmologi.
  • Corporate Action Event.
    Pergerakan harga pada saat ex date dapat dipantau berdasarkan aksi yang dilakukan oleh korporasi seperti right issue, stock split, atau pembagian dividen. Hal ini perlu diperhatikan agar investor mengetahui langkah atau strategi yang akan diambil oleh perusahaan.
  • 100+ Technical Indikator.
    Mempelajari analisis teknikal sangat penting, maka dari itu, Stockbit menyediakan ratusan indikator siap pakai untuk membantu analisis teknikal investor. Ada beberapa indikator yang tersedia, mulai dari indikator dasar (RSI, MACD, Moving Average) hingga indikator khusus (Bandar Value, Foreign Flow)
  • Foreign Flow.
    Pergerakan dana asing di bursa milik investor dapat dipantau dengan mudah melalui fitur ini. Selain itu, investor juga dapat mempelajari seberapa kuat dana asing pada saham tersebut agar mengetahui aksi jual dan beli investor asing yang mempengaruhi harga saham dan IHSG.
  • Real-time Price.
    Chartbit sudah terintegrasi langsung dengan server IDX sehingga data price akan berubah dengan sendirinya ketika ada perubahan data di pasar. Maka dari itu, data price yang ada di chartbit merupakan data terkini dari harga di pasar.
  • Intraday Price Interval.
    Chartbit menyediakan banyak pilihan periode yang bisa dilihat oleh pengguna. Periode tersebut mulai dari satu menit, lima menit, tiga puluh menit, satu jam, hingga periode daily, weekly, dan mounthly. Silakan pilih periode sesuai kebutuhan.

5. Screener

  • Guru Screener.
    Ada banyak tokoh investor hebat di dunia yang membagikan pengetahuannya seputar investasi dan saham. Pengguna Stockbit bisa menyaring saham sesuai kriteria dari investor hebat tersebut, yang tak lain adalah Warren Buffett, Piotroski, Peter Lynch, dan sebagainya.
  • 100+ Financial Metrics.
    Stockbit memiliki database keuangan sangat luas yang berguna untuk mencari dan memilih saham sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh pengguna. Dengan menggunakan data tersebut, pemilihan saham yang sesuai dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
  • Preset Screener.
    Terdapat screener yang bisa menyaring saham High Volume Breakout atau PE Strong Undervalued, sehingga memudahkan investor untuk menemukan saham yang diinginkan. Fitur ini biasa digunakan oleh para investor profesional karena mudah digunakan.
  • Ratio vs Ratio.
    Selain menggunakan tools pemilahan saham seperti di atas, pengguna juga bisa membuat kriteria screenernya sendiri. Maka dari itu, pengguna bisa dengan mudah membandingkan dua rasio yang berbeda sesuai keinginan.

6. Price Alert

  • Push Notification.
    Akan ada pemberitahuan pada smartphone pengguna ketika harga saham telah mencapai harga yang sudah ditentukan.
  • Real-Time Alert.
    Pengguna tidak akan kehilangan momentum harga yang ada di bursa karena terdapat notifikasi real-time yang dikirim.

7. Seasonality

  • Lebih dari 15 Tahun Price History.
    Setiap tahun terdapat bulan-bulan yang lebih baik, sehingga dapat dijadikan sebagai parameter untuk menganalisis saham. Pengguna bisa melihat dan memanfaatkan histori harga di setiap bulan sampai dengan lebih dari 15 tahun yang lalu.
  • Probabilitas Kenaikan.
    Kenaikan probabilitas setiap bulan, secara otomatis akan terhitung. Hint: $IHSG 100% positif pada bulan Desember selama 16 tahun terakhir. Penyajian data harga yang lengkap dan mudah dipahami, menjadi kelebihan tersendiri.

8. Earnings

  • Tepat Waktu.
    Saat emiten mengeluarkan laporan keuangan, pengguna bisa melihat rekap laba bersih emiten tersebut secara langsung.
  • Bandingkan dengan Estimasi Analis.
    Pengguna juga bisa membandingkan laba bersih yang dilaporkan perusahaan dengan estimasi para analis untuk melihat apakah melampaui estimasi atau dibawahnya.
  • Bandingkan dengan Tahun Lalu.
    Selain membandingkan laba bersih dan estimasinya, pengguna juga bisa membandingkan laba bersih saat ini dengan periode sebelumnya.

9. Comparison

  • Auto-Generated Peers.
    Para pengguna Stockbit tidak harus merasakan repotnya mencari perbandingan emiten yang sesuai, sebab terdapat fitur untuk membantu pengguna agar bisa membandingkan emiten miliknya dan emiten sejenis dengan mudah.
  • Komparasi secara Rinci.
    Lakukan komparasi emiten dari berbagai aspek secara mudah dan rinci menggunakan puluhan financial dan rasio metrik. Selain itu, pengguna juga bisa membandingkan masing-masing industri dan sektor terkait agar menemukan kriteria emiten yang paling sesuai.

Kelebihan Stockbit

Selain memiliki fitur yang sangat lengkap, Stockbit juga dibekali dengan kelebihan-kelebihan yang akan membuat nyaman pengguna. Sebenarnya ada banyak kelebihan yang ditawarkan, tetapi aku akan merangkumnya menjadi empat kelebihan. Tentu saja, kelebihan yang ditawarkan tersebut sudah aku masukan sebagai parameter untuk memilih Stockbit sebagai teman investasi saham. Lalu, Apa saja kelebihan dari Stockbit?

Berikut ini adalah kelebihan Stockbit untuk para penggunanya yang ingin berinvestasi saham.

. . . . .

Mudah Digunakan
Didesain oleh investor sehingga sangat mengutamakan kemudahan dalam berinvestasi. Selain itu, fiturnya juga sangat lengkap agar mudah digunakan. Swipe, Order, Done.

Keamanan Mutakhir
Dilengkapi dengan teknologi keamanan generasi terbaru yang sangat canggih. Menggunakan Fingerprint dan Face ID untuk perlindungan yang kuat serta kemudahan user.

Dana Aman
Dana milik user akan dipisah dengan Rekening Dana Nasabah (RDN) atas nama user bersangkutan sehingga tidak mudah disalahgunakan oleh pihak lain.

Support Andal
Terdapat tim support yang selalu siap untuk melayani dan membantu. Support yang andal merupakan bagian terpenting dalam menjalankan bisnis, sehingga membuat puas.

Cara Mendaftar Stockbit

Salah satu keunggulan yang ditawarkan oleh Stockbit adalah kemudahan dalam berinvestasi saham. Setiap proses yang berhubungan dengan investasi saham akan dikelolah dengan mudah menggunakan fitur-fitur yang ada di Stockbit. Bahkan, kemudahan itu juga akan didapatkan ketika mendaftar akun Stockbit. Hanya dengan beberapa langkah saja, pengguna sudah bisa mendaftar akun Stockbit. Berikut ini langkah-langkah untuk mendaftar akun Stockbit.

1. Instal Stockbit, lalu buka aplikasi tersebut. Setelah itu klik tombol Daftar.

Cara Mendaftar Stockbit 1

2. Pilih akun untuk mendaftar (akun google, akun facebook, akun gmail), setelah itu klik akun tersebut. Pada artikel ini, pendaftaran dilakukan menggunakan akun gmail.

Cara Mendaftar Stockbit 2

3. Masukan alamat @gmail, setelah itu klik tombol Selanjutnya.

Cara Mendaftar Stockbit 3

4. Masukan nama lengkap, kemudian klik tombol Selanjutnya.

Cara Mendaftar Stockbit 4

5. Masukan username untuk membangun personal branding, lalu klik tombol Selanjutnya.

Cara Mendaftar Stockbit 5

6. Buat password yang kuat untuk login ke akun Stockbit, setelah itu klik tombol Selanjutnya.

Cara Mendaftar Stockbit 6

7. Masukan nomor handphone yang digunakan untuk melakukan verifikasi, kemudian klik tombol Selanjutnya.

Cara Mendaftar Stockbit 7

8. Masukan kode verifikasi yang sudah dikirim pada nomor handphone, lalu klik tombol Lanjut.

Cara Mendaftar Stockbit 8

9. Akun Stockbit sudah berhasil dibuat. Di sini terdapat dua pilihan, yaitu langsung membuka rekening saham atau melanjutkan proses pendaftaran akun. Silakan klik tombol Nanti, karena akan meneruskan proses pendaftaran dulu.

Cara Mendaftar Stockbit 9

10. Silakan aktifkan integrasi nomor kontak agar Stockbit bisa mencari teman berinvestasi melalui nomor kontak yang terdaftar di handphone dengan menekan tombol Aktifkan atau bisa dilewati dengan menekan tombol Lewati.

Cara Mendaftar Stockbit 10

11. Follow saham favorit agar Stockbit menampilkan grafik sahamnya di dashboard aplikasi, setelah selesai klik tombol Tambahkan.

Cara Mendaftar Stockbit 11

12. Selamat, pendaftaran akun Stockbit sudah selesai! Saat ini fitur lengkap untuk berinvestasi saham bisa dinikmati melalui aplikasi Stockbit.

Cara Mendaftar Stockbit 12

Cara Buka Rekening Saham Di Stockbit

Sebenarnya ketika mendaftar akun Stockbit, kita bisa langsung membuat rekening saham juga. Namun, pada tutorial di atas sengaja dilewati karena akan dibuatkan tutorialnya secara terpisah agar lebih jelas. Pembuatan akun rekening saham di Stockbit sangat mudah, sebab dokumen persyaratan bisa dikirimkan secara online tanpa perlu mengirimkan dokumen fisik. Lalu, bagaimana langkah-langkah untuk membuka rekening saham di Stockbit?

  1. Buka aplikasi Stockbit, setelah itu klik tombol Buka Rekening Saham yang ada di halaman utama.
  2. Muncul informasi seputar biaya broker. Silakan klik tombol Register.
  3. Selanjutnya, Stockbit akan memastikan nomor telepon dan email, klik tombol Lanjut bila sudah benar.
  4. Masukan kode verifikasi yang dikirim pada email, kemudian klik tombol Lanjut.
  5. Masukan identitas seperti nama sesuai KTP, tempat lahir, tanggal lahir, alamat sesuai KTP, nama ibu kandung, pendidikan terakhir, nomor e-KTP, dan NPWP. Jika sudah, klik tombol Lanjut.
  6. Foto KTP dan selfie sambil memegang KTP, lalu klik Gunakan Fono Ini.
  7. Masukan informasi rekening, seperti nama bank, nama pemilik rekening, dan nomor rekening. Setelah itu klik tombol Lanjut.
  8. Masukan profil risiko seperti total penghasilan dalam setahun, sumber penghasilan, dan tujuan investasi. Kemudian ceklis persetujuan dan klik tombol Lanjut.
  9. Pilih bank favorit sebagai Rekening Dana Nasabah yang akan menampung dana investasi. Silakan pilih bank yang diinginkan.
  10. Masukan data pekerjaan seperti nama kantor/institusi pendidikan, nomor telepon kantor/institusi pendidikan, jabatan, alamat kantor, kota/kabupaten kantor, dan kode POS kantor. Setelah itu klik tombol Lanjut.
  11. Masukan data tambahan dan FATCA, silakan pilih Ya atau Tidak. Jika sudah selesai, klik tombol Lanjut.
  12. Membaca dan menyetujui:
    – Pernyataan Nasabah RDN
    – Ketentuan Tabungan Prestasi
    – Syarat dan Ketentuan Pembukaan Rekening Efek
    Jika sudah, silakan klik tombol Selanjutnya.
  13. Spesimen Tanda Tangan (tanda tangan elektronik), pastikan tanda tangan tersebut semirip mungkin seperti KTP. Klik tombol Simpan Tanda Tangan bila sudah.
  14. Buat PIN dengan kombinasi enam angka lalu konfirmasi PIN. Pengguna juga bisa login menggunakan sidik jari (optional).
  15. Selesai. Silakan tunggu proses registrasi. Hasil proses registrasi akan dikirim pada email.

Harga Stockbit Pro

Seperti yang sudah diketahui bahwa Stockbit menyediakan layanan gratis dan berbayar. Jika kamu seorang pemula yang baru belajar atau baru memulai berinvestasi saham, maka bisa coba versi gratisnya. Namun, jika kamu benar-benar ingin menjadi investor hebat dan serius dalam berinvestasi saham, sebaiknya gunakan Stockbit Pro. Harga Stockbit Pro sangat terjangkau, kok! Stockbit menyediakan layanan dengan periode pembayaran satu bulan, dua bulan, atau tiga bulan. Nah, menariknya, semakin lama kamu order layanan Stockbit Pro, maka semakin murah juga harganya. Berikut ini daftar harga Stockbit Pro.

Kesimpulan

Berkat saran dari istriku, akhirnya aku memutuskan untuk berinvestasi. Awalnya aku bingung harus memilih jenis investasi apa, tetapi setelah membaca banyak referensi, dipilihlah jenis investasi saham yang menurutku paling cocok. Meskipun istriku ini sarjana ekonomi, tetapi untuk bisa menjadi investor saham yang baik, kami juga harus banyak belajar. Sebab, risiko kerugian dalam berinvestasi dapat diperkecil dengan mempelajari analisis fundamental dan analisis teknikal saham.

Setelah mantap memilih investasi saham, aku memutuskan untuk menjadikan Stockbit sebagai teman berinvestasi. Alasannya? Tentu karena Stockbit memiliki banyak kelebihan dan fitur lengkap yang sudah dijelaskan di atas. Harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau, sehingga aku berencana untuk memilih paket yang 3 bulan sekaligus. Maka dari itu, ayo download Stockbit sekarang juga untuk mendapatkan semua keunggulan tersebut.

Oh, iya. Musabab aku terkesima dengan teman investasi Stockbit, aku memutuskan untuk memberikan bintang lima untuk aplikasi ini. Mantap!

Review Stockbit

Semoga aku dan para investor lainnya dapat menjalankan investasi saham dengan mudah dan mendapat keuntungan yang berlimpah bersama Stockbit. Aamiin.