Sampah yang berserakan pada akhirnya bersemayam di saluran pembuangan dan menyebabkan tersumbatnya aliran air. Semakin lama air semakin meluap, banjir pun tak terelakkan. Belum lagi serangan nyamuk Aedes aegypti yang selalu menghantui, membuat cemas dua orang empunya wilayah. Meskipun demikian, warga sekitar tak ada yang sadar diri. Mereka bersikap tak peduli. Hingga akhirnya, kedua empunya wilayah beraksi sekuat tenaga untuk mengubah kondisi. Memang tidak mudah, tetapi keduanya terus berjuang hingga keajaiban datang. Dialah Rohdian dan Sunyoto, sang empunya wilayah yang menciptakan keajaiban itu. Mereka berhasil mengubah mindset warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan sehingga mampu menciptakan lingkungan yang sehat. Selain itu, mereka juga berhasil mengubah sebuah kampung di pinggiran Kota Bekasi menjadi KBA Telaga Murni yang asri.

Permasalahan yang Terjadi Di Bekasi

Sebelum mentari menampakkan wajahnya, daerah ini sudah dipenuhi oleh hiruk pikuk pekerja yang hendak menjalankan tugas. Beberapa titik jalan bahkan sudah dipadati oleh kendaraan, kemacetan pun mengular di sepanjang jalan. Sesekali suara klakson kendaraan memecah pagi, menunjukkan ketidaksabaran orang-orang yang ingin segera sampai ke tujuan. Belum lagi ketika mentari mulai muncul, membuat suhu udara kian meningkat. Situasi itu diperkeruh oleh keberadaan pabrik-pabrik yang terus mengeluarkan polusi tanpa henti. Panas, sesak, macet, lengkap sudah penderitaan yang harus dirasakan orang-orang ini setiap hari. Namun, inilah rutinitas yang harus dihadapi tatkala mencari nafkah di kota dengan banyak kawasan industri seperti Bekasi.

Kemacetan
Sumber: Pixabay.com

Keberadaan pabrik yang cukup banyak ditambah padatnya kendaraan yang ada di Bekasi, membuatnya menjadi salah satu kota paling berpolusi di Indonesia. Berdasarkan data yang ditampilkan secara realtime oleh website IQAir pada tanggal 28 Oktober 2022, menunjukan bahwa skor AQI US Kota Bekasi mencapai 81. Skor tersebut membuat Bekasi menjadi kota berpolusi kedua di Indonesia setelah Cileungsi. Padahal, buruknya kualitas udara akan menimbulkan berbagai masalah seperti pemanasan global, gangguan pernapasan, hingga rusaknya lapisan ozon.

Polusi Udara Di Bekasi
Sumber: iqair.com

Selain polusi, Bekasi juga memiliki masalah dengan sampah. Bagaimana tidak, jumlah penduduk yang terus meningkat mengakibatkan produksi sampah juga ikut meningkat. Hal ini memicu munculnya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal di beberapa titik kota Bekasi. Keberadaan TPS ilegal tersebut menimbulkan bau yang sangat menyengat sehingga mengganggu aktivitas masyarakat. Belum lagi ketika hujan turun, tumpukan sampah dapat menimbulkan banjir dan munculnya berbagai penyakit seperti demam berdarah, diare, dan sebagainya.

KBA Telaga Murni Bekasi sebagai Solusi

Melihat buruknya polusi udara dan minimnya kepedulian warga terhadap masalah sampah, membuat Rohdian selaku ketua RW 05 Desa Telaga Murni Kecamatan Cikarang Barat menginisiasi sebuah gerakan untuk menangani masalah tersebut. Awalnya Rohdian dibantu oleh rekannya, Sunyoto, melakukan penanaman hijau sebagai solusi untuk mengatasi masalah polusi udara yang kian mengkhawatirkan. Setelah itu mereka mulai menata wilayah tempat tinggalnya agar bebas dari sampah, sehingga membuat wilayah mereka menjadi rapi, bersih, dan asri.

Kegiatan yang dilakukan oleh Rohdian dan Sunyoto ini mendapat dukungan dari PT. Yutaka Manufacturing Indonesia yang merupakan salah satu anak perusahaan Astra. Memanfaatkan dukungan tersebut, Rohdian dan Sunyoto membentuk Kampung Berseri Astra (KBA) Telaga Murni Bekasi yang kini sudah menorehkan berbagai prestasi. Mereka juga mengembangkan KBA Telaga Murni Bekasi agar bisa memberdayakan masyarakat sekitar. Jadi, bukan hanya masalah lingkungan saja yang dapat terselesaikan tetapi juga dapat membantu perekonomian warganya.

Terbentuknya KBA Telaga Murni Bekasi yang dikepalai oleh Rohdian merupakan perwujudan dari cita-cita Astra untuk berkontribusi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Maka dari itu, secara rutin Astra mengeluarkan Corporate Social Responsibility (CSR) yang digunakan untuk memberdayakan masyarakat dan lingkungan sekitar perusahaan. Salah satu wujud nyata dari kontribusi CSR Astra adalah terciptanya Kampung Berseri Astra di berbagai wilayah Indonesia.

Kampung Berseri Astra merupakan program Kontribusi Sosial Berkelanjutan Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat dengan konsep pengembangan yang mengintegrasikan 4 pilar program yaitu Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan dan Kesehatan.

satu-indonesia.com

KBA Telaga Murni Bekasi yang dibangun oleh Rohdian dan Sunyoto ini sudah memiliki beberapa program yang dijalankan untuk mengatasi masalah polusi udara dan sampah yang menghantui warga Bekasi. Selain itu, KBA Telaga Murni Bekasi juga ditata dengan sangat rapi dan bersih sehingga menimbulkan kesan estetis.

Menjelajahi KBA Telaga Murni Bekasi

Mendengar keberadaan KBA Telaga Murni Bekasi yang asri di tengah kota industri, membuatku penasaran dan ingin mengunjungi. Segera kuhubungi Rohdian selaku penanggung jawab KBA Telaga Murni Bekasi melalui pesan singkat. Jawaban ramah pun kudapat. Rohdian menjawab dengan detail setiap pertanyaan yang aku ajukan. Bahkan, ia mengajak aku untuk bertemu secara langsung agar pembicaraan bisa lebih leluasa.

Percakapan dengan Rohdian KBA Telaga Murni Bekasi
Sumber: Dokumentasi Penulis

Ajakan Rohdian bagaikan angin segar, aku pun segera membuat jadwal untuk mengunjungi KBA Telaga Murni Bekasi di akhir pekan. Hingga akhirnya, tibalah waktu bagiku untuk menjelajahi KBA Telaga Murni Bekasi.

Hal pertama yang aku lihat ketika menjelajahi KBA Telaga Murni Bekasi adalah sebuah gapura kokoh dan bersih bertuliskan “KAMPUNG BERSERI ASTRA TELAGA MURNI RW 05 CIKARANG BARAT“. Saat itu, semua warga RW 05 terlihat sedang melakukan kerja bakti rutin untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Pintu Masuk KBA Telaga Murni Bekasi
Sumber: Dokumentasi Penulis

Masuk ke dalam kawasan KBA Telaga Murni Bekasi, aku melihat sebuah pos keamanan yang berada di samping kanan jalan. Di pos keamanan tersebut terdapat peta jalur evakuasi berukuran besar dan di belakang pos terdapat tempat untuk mencuci tangan sebagai upaya untuk mencegah penularan virus covid-19.

Pos Keamanan KBA Telaga Murni Bekasi
Sumber: Dokumentasi Penulis

Sedangkan di kiri jalan terdapat papan informasi dan tata tertib yang berlaku di kawasan RW 05 ini. Bentuk dan tampilan dari papan informasi ini sangat estetis dengan warna-warna indah yang menghiasi sehingga enak dipandang mata.

Papan Informasi dan Tata Tertib KBA Telaga Murni Bekasi
Sumber: Dokumentasi Penulis

Semakin masuk ke dalam wilayah RW 05, semakin aku terkagum dibuatnya. Jalanan yang dipenuhi warna dan tumbuhan hijau yang mulai berbunga, membuat kesan yang berbeda. Aku seakan berada di pegunungan yang dipenuhi dengan pepohonan, bukan seperti di tengah kota industri yang penuh dengan polusi.

Suasana KBA Telaga Murni Bekasi
Sumber: Dokumentasi Penulis

Di ujung jalan terdapat sebuah kolam lele yang bernama Telaga Cinta. Meskipun berfungsi sebagai budi daya lele, tetapi telaga ini sangat indah karena di tepiannya terdapat saung-saung teduh dan taman-taman penuh warna. Salah satu taman yang membuat aku terpesona adalah Taman I Love You. Sebab taman ini begitu rindang dan dipenuhi oleh pernak-pernik mentereng, ditambah letaknya yang berada di tepi telaga membuatnya sangat sejuk. Aku sempat tak percaya ada tempat seperti ini di tengah kepungan polusi Kota Bekasi.

Saung dan Taman Di Tepi Telaga Cinta
Sumber: Dokumentasi Penulis

Setelah puas menikmati keindahan Taman I Love You, aku kembali meneruskan penjelajahan. Tak berapa lama aku kembali menemukan taman-taman indah, antara lain Taman Panorama T02 dan Taman Pelangi. Menurut Rohdian, selain asri taman-taman ini juga memiliki fungsi lain, yaitu sebagai tempat pembuatan pupuk dan pencegah banjir. Sebab pada area taman dibuat lubang biopori untuk menyerap air hujan agar tidak terjadi banjir ketika musim penghujan datang. Sedangkan saat musim kemarau, lubang biopori tersebut beralih fungsi menjadi tempat komposting pupuk organik yang berasal dari sampah dapur. Sebagian pupuk organik akan dibagikan kepada warga dan sebagian lagi akan dijual agar mendapat keuntungan. Hal tersebut merupakan salah satu program yang ada di KBA Telaga Murni Bekasi, yaitu Sadatasu (Sampah Dapur Tanaman Subur).

Taman KBA Telaga Murni Bekasi
Sumber: Dokumentasi Penulis

Sedang asik menikmati taman yang penuh warna, sudut mataku menangkap hal yang menarik lainnya. Aku melihat sebuah bangunan yang dipenuhi oleh sampah-sampah plastik, seperti botol air mineral, gelas plastik, dan sebagainya. Meskipun banyak sampah, tetapi tempat ini sangat rapi dan terawat dengan baik. Benar saja, ternyata tempat tersebut adalah Bank Sampah RT. 05 RW. 05, pantas bila banyak sampah plastik di tempat ini. Sampah-sampah tersebut dikumpulkan oleh warga dan ditukarkan dengan uang. Namun, Rohdian berhasil mengembangkan program Bank Sampah ini menjadi lebih kreatif dengan membuat program PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) berbayar sampah. Sangat mengagumkan, sebab selain dapat membuat lingkungan bersih, Bank Sampah ini juga bisa mencerdaskan anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa.

Bank Sampah KBA Telaga Murni Bekasi
Sumber: Dokumentasi Penulis

Aku terus melanjutkan penjelajahan, hingga menemukan sebuah penampung air yang sangat besar di atas gapura. Air di dalam penampungan tersebut berasal dari air hujan yang akan disalurkan ke beberapa titik KBA Telaga Murni Bekasi agar bisa dimanfaatkan oleh warga. Semua warga bisa menggunakannya dengan gratis untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan seperti mencuci kendaraan, menyiram tanaman, dan sebagainya.

Penampungan Air Hujan KBA Telaga Murni Bekasi
Sumber: Dokumentasi Penulis

Penjelajahan yang aku lakukan belum berakhir, tetapi karena merasa lelah, aku memutuskan untuk berhenti sejenak. Selama beristirahat, aku tertarik melihat ke arah hook (tanah kosong yang ada di perumahan). Di sana ada banyak tanaman hijau dan bunga-bunga indah. Sepertinya warga sekitar tidak membiarkan lahan kosong terbengkalai begitu saja. Namun, justru memanfaatkannya untuk lahan penghijauan. Ternyata hal tersebut juga merupakan salah satu program yang ada di KBA Telaga Murni Bekasi, yaitu Jaga 5 MPR. Program Jaga 5 MPR berarti menjaga 5 Meter Pekarangan Rumah. Sesuai namanya, program ini bertujuan untuk menjaga lingkungan hingga radius 5 meter dari rumah. Pada jarak minimal 5 meter dari masing-masing rumah warga harus dijaga kebersihannya, dirawat dengan baik, dan dihiasi setidaknya dengan 3 pot tanaman produktif agar membuat kondisi lingkungan yang rapi, bersih, nayaman, dan asri.

Program Jaga 5 MPR KBA Telaga Murni Bekasi
Sumber: Dokumentasi Penulis

Puas beristirahat, aku pun kembali melanjutkan perjalanan. Melihat tanaman-tanaman hijau dan bunga-bunga cantik di sepanjang jalan, aku kembali mengagumi KBA Telaga Murni Bekasi. Sambil berjalan, aku hanyut dalam lamunan. Aku masih tak percaya, ternyata ada tempat sesejuk ini di sekitaran kota yang penuh dengan pabrik-pabrik pembuat polusi. Aku juga sempat membayangkan, bagaimana kerasnya perjuangan Rohdian dan Sunyoto dalam membangun Kampung Berseri Astra ini. Pasti tidak mudah untuk menyulap wilayah yang identik dengan polusi dan sampah menjadi lebih asri dan indah. Perjuangan mereka kini sudah membuahkan hasil. Bukan hanya tentang lingkungan yang bersih, perekonomian yang membaik, atau pendidikan warga yang terjamin, tetapi juga tentang torehan prestasi yang sudah diraih oleh KBA Telaga Murni Bekasi.

Kami ini, alhamdulillah sudah mendapat apresiasi: Juara 1 K7 Tingkat Kabupaten, Juara 2 KTJ Tingkat Kabupaten, Juara 2 KBA Innovation Astra di Babel, Juara 1 Sadatasu di Kupang, Posyandu Terbaik Astra di Babel, Penerima Certificate Utama Proklim dari KLHK, Juara 1 Bank Sampah Astra, Juara 1 Grebek KBA, dan banyak lagi.

Rohdian

Di akhir penjelasannya, Rohdian menerangkan tentang integrasi antara program satu dengan yang lainnya terutama Program Bank Sampah. Ada banyak program yang bisa diintegrasikan dengan Program Bank Sampah, seperti Program Sadatasu, Program Kerajinan Tangan, Program Tabungan, dan sebagainya. Pada akhirnya, semua program tersebut akan dirasakan kembali oleh warga RW 05 Telaga Murni dalam bentuk pendidikan, kesehatan, kebersihan lingkungan, dan kesejahteraan. Hal tersebut merupakan wujud dari komitmen menjalankan 4 Pilar CSR Astra.

Saya punya empat pilar: Lingkungan, Kesehatan, Wirausaha, Pendidikan. Setiap pilar ada programnya, terus, semua saya intercycle dan saya integrasikan.

Rohdian
Integrasi Program KBA Telaga Murni Bekasi
Sumber: Rohdian

Tak terasa kini langkahku sudah berada di pintu masuk lagi, itu berarti aku telah mengitari seluruh wilayah KBA Telaga Murni Bekasi. Aku beruntung karena bisa menjelajahi KBA Telaga Murni Bekasi secara langsung dan banyak mendapat pelajaran baru darinya.

Rohdian dan Sunyoto telah menunjukkan padaku bahwa perubahan ke arah yang lebih baik itu sangat diperlukan. Mereka telah mengajari aku untuk terus berubah menjadi lebih baik meskipun harus berbeda di tengah kehidupan yang tidak baik-baik saja. Pun dengan KBA Telaga Murni Bekasi yang telah mereka bangun, tetap hijau walaupun di tengah kepungan polusi. Pada akhirnya, Rohdian dan Sunyoto berhasil membuktikan bahwa emas tetaplah emas sekalipun ditaruh pada kolam lumpur yang keruh.

Sumber:

  • https://www.iqair.com/id/indonesia
  • https://www.liputan6.com/news/read/4968684/dlh-kota-bekasi-30-persen-sampah-tak-terangkut-picu-kemunculan-tps-ilegal
  • https://www.satu-indonesia.com/kampungberseriastra/
  • https://wikocak.com/kba-telaga-murni-bekasi-yang-penuh-prestasi-bukti-komitmen-dalam-menjalankan-4-pilar-csr-astra/