Mengapa disebut Obat

Obat Nyamuk Bukan untuk Menyembuhkan, Terus Kenapa Disebut Obat?

Halo teman-teman! Aku ingin berbagi sedikit pengetahuan, nih. Mungkin ini sesuatu yang receh, tapi percayalah, mungkin juga pengetahuan ini bisa bermanfaat. Setidaknya, bermanfaat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan orang gabut, seperti: mengapa obat nyamuk disebut obat? Padahal obat nyamuk digunakan untuk membunuh nyamuk, bukan untuk menyembuhkan. Hayo, pernah mempertanyakan hal seperti ini kan?

Jujur, aku juga pernah memikirkan jawaban dari pertanyaan tersebut, sampai-sampai merasa gelisah dan enggak mau makan. Bahkan, tidurku pun enggak nyenyak. Ya, pokoknya, awalnya aku cukup terbebani dengan pertanyaan tersebut. Mungkin sekitar satu minggu aku terus memikirkannya, seperti memikirkan kekasih yang enggak ada kabar. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk bertanya langsung kepada ahlinya.

Aku langsung menghubungi temanku yang berkuliah di Jurusan Keperawatan demi mendapatkan jawaban dari pertanyaan “obat nyamuk” itu. Berlebihan? Menurutku, enggak. Sebab aku mendapatkan jawaban yang memuaskan dari temanku. Jawaban yang akhirnya bisa membuat tidurku nyenyak, makan menjadi teratur, dan kepala terasa ringan seperti terbang ke angkasa.

Lalu, apa jawabannya?

Apa jawaban dari pertanyaan: Mengapa disebut obat nyamuk, padahal digunakan untuk membunuh nyamuk, bukan untuk menyembuhkan?

Hayo, penasaran, ya?

Sebelum aku kasih tahu jawabannya, aku ingin sedikit memberi info terlebih dulu tentang arti kata “obat”. Mungkin selama ini kamu mengira kalau obat itu berarti penyembuh. Benar begitu? Kenyataannya, itu tidak sepenuhnya benar.

Memang benar, arti obat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bahan untuk mengurangi, menghilangkan penyakit, atau menyembuhkan seseorang dari penyakit.

Namun, menurut temanku yang berkuliah di Jurusan Keperawatan, obat memiliki arti lain. Apa itu? Obat berarti “Anti”. Jadi, yang selama ini kita dengar seperti: obat batuk, obat pilek, obat demam, itu bukan hanya berarti penyembuh batuk, penyembuh pilek, penyembuh demam, tetapi juga berarti anti batuk, anti pilek, anti demam.

Jika kita substitusi arti obat = penyembuh, menjadi obat = anti, maka kalimat “obat nyamuk” itu bukan berarti penyembuh nyamuk, melainkan “anti nyamuk”. Nah, mulai terang, bukan?

Sampai sini, aku kira kamu pasti mengerti. Maka dari itu, enggak usah memikirkan tentang arti obat nyamuk lagi, ya! Apa lagi sampai membuat kamu sakit kepala karena susah makan dan susah tidur. Hadeuuhh, cukup aku saja.

Semoga bermanfaat.

Artikel Serupa

  • RESIGN 2

    Sejak memutuskan untuk RESIGN dari kantor lama, ada banyak hal yang aku pelajari dan rasakan. Mulai dari pengalaman mencari pekerjaan, bertemu dengan loker palsu, melihat isi kepala para pekerja dari sudut pandang yang berbeda-beda, hingga berada di persimpangan keputusan yang cukup sulit untuk dipilih. Ada masa ketika semuanya terasa berat, membingungkan, bahkan membuatku bertanya-tanya apakah langkah yang…

  • Setelah Setahun Tinggal Di Kupang: Di Antara Keindahan dan Kerinduan

    Banyak yang bilang bahwa: seindah apa pun tempat perantauan, seorang perantau tetap akan merindukan kampung halamannya. Apakah benar demikian? Pertanyaan itu terus menggema di kepalaku selama hampir setahun ini. Sebenarnya, Kota Kupang yang menjadi tempat perantauanku sekarang menyuguhkan banyak keindahan, mulai dari cakrawala biru yang luas membentang, mega-mega dengan berbagai variasi menghiasi langit, dan laut…

  • Luka Kecil

    Tak ada yang peduli dengan luka kecil ini, termasuk diriku sendiri. Luka di ruas jari yang disebabkan karena udara panas, seakan menjadi hal biasa yang aku alami. Wajar, panas Kota Kupang cukup menyengat sehingga membuat permukaan kulit menjadi kering dan mudah luka. Musabab sering mengalami luka seperti ini, aku menjadi terbiasa. Sedikit pedih memang, tetapi…

  • Pejalan Pelan

    Pertengahan 2024. Stasiun Metland Telaga Murni pukul 06.00 WIB. Seperti biasa, pagi ini aku melihat pemandangan yang menjadi teman rutinitasku selama tiga bulan terakhir. Entah kesibukan apa yang dilakukan oleh orang-orang sepagi ini di sebuah stasiun kecil yang berada di pinggiran Kota Bekasi. Mereka sudah berjajar dengan rapi di sepanjang peron, ada yang duduk di…

  • RESIGN

    Aku duduk di tengah ruangan 3×4 meter dengan dikelilingi tiga manajer dan seorang HRD. Dua manajer bersikap pasif, hanya berbicara seperlunya saja. Sedangkan seorang manajer lainnya sangat aktif menjawab, bahkan melebihi jumlah kata yang dikeluarkan oleh HRD yang sedang berbicara denganku. Meskipun singkat, tetapi pembicaraan itu terasa menegangkan, seolah menentukan hidup dan mati seseorang. Mungkin…

  • Setelah Sebulan Tinggal Di Kupang, Nusa Tenggara Timur

    Waktu berlalu, hari berganti, minggu telah berubah, sudah genap sebulan aku tinggal di Kota Koral ini. Ada banyak pelajaran yang aku dapatkan, mulai dari arti rindu, adaptasi, bertahan hidup, hingga penerimaan terhadap takdir Tuhan, Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Semua itu akan aku ceritakan dalam tulisan singkat ini. Perlu diketahui bahwa tujuanku menulis catatan ini bukan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *